Berita Dunia – AS Tidak Inginkan Bantuan Dari Suriah Dan Iraq

Seperti dari pemerintah Amerika Serikat yang sudah bersumpah mereka akan berusaha untuk bisa memberantas kelompok militan Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS). Akan tetapi, mereka  malah bisa tidak mengajak dua negara tetangga penting  yang di mana mereka juga menjadi rival konflik ISIS, yaitu negara Iran dan juga Suriah.

Di beritakan di media Channel News Asia, Minggu hari ini (14/9/14) yang sudah melansir keputusan untuk tidak mengajak kepada rezim Presiden Bashar al-Assad berada didalam koalisi negara Semenanjung Arab, yang sudah di sampaikan oleh Presiden Barack Obama, di saat membacakan pidato kenegaraan untuk pekan lalu. Akan tetapi hal tersebut yang sudah di tegaskan kembali oleh Menteri Luar Negeri John Kerry setelah di wawancarai oleh stuasiun berita CBS. Program televise yang bertajuk “Face the Nation”.

Alih-alih untuk di ajak kerja sama, Kerry malah memastikan pasukan dari Assad nantinya tidak akan mengganggu serangan militer AS untuk bisa menyerbut ISIS yang ada di Suriah.

“Kami akan tentunya tidak ingin adanya suatu konflik dan memastikan bahwa dari mereka tidak akan bisa melakukan suatu hal yang kemungkinan akan bisa mereka sesali bahkan lebih dari itu,”ujar dari Kerry menegaskan.

Dirinya memberikan kepastian, AS tidak akan bisa memberikan koordimasi kepada Assad, karena hal tersebut bukan suatu upaya kerja sama. AS yang mengajak kerjasama beberapa kelompok pemberontak semenjak awal memang tidak senang dengan kehadiran dari kelompok militant tersebut.

Lebih dari itu, seperti anggapan Kerry, AS telah membentuk suatu koalisi sekutu berada di kawasan timur tengah. BBC yang sudah rilis di akhir pekan kemarin memberikan kabar sudah ada sebanyak 10 negara di Semenanjung Arab dan bersedia untuk memberikan bantuan. Mereka yang di antaranya adalah Yordania, Lebanon, Bahrain, Kuwait, Mesir, Irak, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

“Saya yang bisa mengatakan kepada Anda saat ini dan sekarang, ada beberapa negara di kawasan ini, berada di luar kawasan dan bahkan AS sendiri yang sudah siap untuk memberikan bantuan tenaga militer, jika adanya suatu serangan yang sesungguhnya sangat di butuhkan,”ujar dari Kerry.

About The Author