Berita Dunia Baru – Diduga Memperkosa, Pria Ini Dikebiri

Seorang pria yang bernama Suresh Kumar yang sudah di tuduh memperkosa seorang gadis yang berada di Kota Ganganagar, India kini kondisinya memang sudah semakin kritis. Hal tersebut di karenakan para warga yang sudah marah karena telah memotong alat kelamin berada di sebuah toko daging.

Seperti yang di kabarkan berada di kantor berita BBC, untuk di hari Jumat kemarin (10/10/14) para warga yang sudah mendengarkan adanya teriakan ketakutan setelah menemukan Kumar berada tempat tersebut sedang mencekal seorang gadis berada di tembok dalam sebuah gang. Setelah dari pertemuan warga di gelar,Kumar lantas untuk di seret ke sebuah toko daging di sana.

Dirinya yang sudah di pukuli selama  kurang lebih satu jam lamanya sebelum dari alat kelaminnya yang langsung untuk di kebiri dengan menggunakan pisau daging. Potongan dari alat vital tersebut di buang berada di tengah jalan bersama dengan Kumar mendapatkan pendarahan hebat.

Dari seorang warga yang bernama Aamir Dhawan yang memberikan ungkapan tidak ada yang menolong Kumar karena mereka melihat alat vitalnya yang sudah terpotong tersebut dan mengerti itu hukuman yang ada untuk kejahatan seksual.

“Kami sudah mendengarkan kini sudah banyak kasus penyerangan terhadap wanita berada di negara ini,” ujar dari Dhawan.

PEmerkosaan dan penganiayaan yang sudah terjadi kepada wanita, seperti yang di sebutkan oleh Dhawan, sampai saat ini masih marak. Dan itu masih sangat perlu untuk di hentikan. Hukuman yang nantinya akan di berikan pada kumar menurutnya akan bisa menjadi pesan yang keras kepada siapapun bahwa ada hukuman untuk melakukan  kejahatan seksual.

Akan tetapi dari juru bicara kepolisian menyebutkan kalau para pelaku akan bisa di hukum karena warga tidak bisa untuk putuskan main hakim sendiri.

“Hukum memang harus bisa di tegakkan dan bukan menjadi suatu keadilan jalanan yang harus di tegakkan. Kami telah meminta mereka yang bisa melakukan hal tersebut untuk bisa menyerahkan diri sebelum dari kami menangkapnya,” ujar dari sang polisi tersebut.

About The Author