Berita Dunia Baru – Teroris Penyerang Charlie Hebdo Sudan Terlatih Mahir

 

Sebanyak tiga pelaku serangan berada di kantor Charlie Hebdo yang berada di Paris, hari kemarin, Rabu (8/1/15), di antaranya adalah seorang kakak beradik bernama Said Kuoachi (34) dan Cherif Kouachi (32), bersama dengan rekannya yang bernama Hamyd Mourad (18). Dari pengakuan mereka bertiga, mereka adalah jebolan dari pelatihan Al Qaeda yang menjalani masa latihan berada di Yaman.

Dengan menggunakan senapan seperti Kalashnikov dan juga sebuah pelontar granat semacam RPG, dari ketiga pelaku tersebut sudah di yakini melakukan serangan tersebut telah di rencanakan sebelumnya, di sebabkan mereka telah berniat ingin bisa melakukan serangan pada saat adanya rapat editorial yang dihadiri oleh beberapa sasaran serangan.

Seperti yang sudah dikabarkan berada di media Daily Mail, hari ini, Kamis 8 Januari 2015, di mana dalam serangan tersebut yang meninggal dunia adalah sebanyak 12 orang. Empat di antaranya mereka adalah seorang kartunis senior Prancis. Di antaranya adalah Georges Wolinski, Bernard Verlhac, Stephane Charbonnier, dan Jean Cabut telah mati pada saat diserang pelaku sambil berteriak Allahu Akbar.

Dari Stephane Charbonnier, di ketahui dirinya adalah yang sudah menjadi pemimpin di redaksi Charlie Hebdo. Bisa di ketahui Charlie Hebdo adalah majalah yang memuat karikatur Nabi Muhammad berada di sampul depan berada di tahun 2011 silam. Namanya yang juga disebutkan berada di majalah Propaganda Al Qaeda, bernama Inspire berada di tahun 2013.

Nama dari Stephane Charbonnier, Charlie Hebdo ini dimasukkan ke dalam sebuah artikel yang berasal dari Inspire, di mana artikel tersebut menginginkan penangkapan kepada Stephane Charbonnier, hidup atau mati. Semenjak di tahun 2011 tempat Charlie Hebdo telah di serang, pemimpin tersebut sudah mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian.

Dari pakar terorisme sebutkan, para pelaku yang sudah melakukan tindakan serangan tersbut adalah mereka yang sudah terlatih.

“Saya merasa terpana, bukan hanya karena aksi yang sangat jernih dari para pelaku. Akan tetapi juga cara mereka untuk melarikan diri,” terang dari mantan penyelidik anti terorisme bernama Jean-Louis Bruguiere.

Be Sociable, Share!