Berita Dunia China – Sistem Hukum China Larang Menyiksa Tertuduh

Kabar yang datang dari pengadilan tinggi yang ada di China yang sudah keluarkan peraturan yang anyar. Mereka yang sudah melarang untuk menyiksa kepada tahanan untuk bisa memberikan jawaban pengakuan. Dari larangan tersebut yang di mana sudah masuk suatu reformasi Tiongkok yang akan benahi dari sistem peradilan mereka.

Seperti yang sudah di kabarkan dalam Channel News Asia, dari larangan ini yang sudah di keluarkan untuk hari Kamis kemarin oleh pengadilan tinggi yang ada di Beijing. Penugasan untuk memperhentikan penyiksaan tersebut yang sudah di lakukan polisi keluar setelah adanya rapat Partai Komunis putuskan untuk reformasi dari berbagai bidang yang ada.

“Seperti dari adanya interogasi dengan melakukan penyiksaan untuk dapatkan suatu pengakuan ini memang seperti  dari tindakan membekukan, di buat lapar, di keringkan, dan membuat lelah itu sudah menjadi metode ilegal untuk bisa dapatkan informasi dari tertutuh yang memang harus di hentikan,” ujar dari suatu laporan yang sudah di sebutkan akan pengadilan dalam akun Weibo mereka.

Seperti dari keputusan ini yang sudah di keluarkan setelah dari adanya suatu praktik polisi yang pada akhirnya mendapatkan banyak kecaman dari kelompok HAM di sana. Dari adanya laporan anggota HAM terbaru dari kementrian luar negeri AS, akibat dari suatu praktik ini, di katakan hampir 100 persen maka si tertuduh akan akui bersalah dalam pengadilan. Ini yang menjadi sangat tidak adil.

Seperti dari beberapa tertuduh yang harus bisa mengakui karena tidak tahan dengan siksaan yang ada. Sala satu kasus yang sangat terkenal adalah penyiksaan kepada Chen Keyun. Dari pria ini yang sudah sempat untuk mendekam selama 12 tahun di penjara setelah di paksakan untuk akui kejahatan dengan peledakan di depan kantor Partai Komunis.

Akan tetapi setelah di lakukan penyelidikan ulang, Chen yang katakan telah tanda tangani dari surat pengakuan tersebut karena memang dirinya sudah babak belur di siksa untuk mengaku. Dan dirinya akui tidak sadar pada waktu menandatanganinya.

About The Author

Reply