Berita Dunia – Gencatan Senjata, Tank Israel Mundur

 

Gencatan senjata yang sudah di lakukan selama tiga hari antara dari Israel dengan Palestina yang berada di jalur Gaza sudah resmi untuk di mulai pada hari Selasa di waktu setempat. Adanya desingan peluru dan ledakan bom dan mortar yang sudah berlangsung selama 29 hari sudah tidak terdengar lagi sejak pukul 08.00 waktu setempat kemarin.

Seperti anggapan dari Stasiun  berita Al Jazeera yang sudah di rilis untuk hari ini, Rabu (6/8/14), dalam beberapa menit sebelum di lakukannya gencatan senjata berlangsung, terdengar adanya sirine peringatan dengan adanya roket yang berada di kota Yerusalem dan Tel Aviv yang masih menyala. Hal tesebut yang terjadi lantaran dari kelompok militant Hamas yang menembakkan sebanyak 16 roket di tujukan ke perbatasan.

Sementara berada di Israel yang mengarahkan lima serangan ke arah kota Gaza. Seperti dari koresponden Al Jazeera, yang bernama Imtiaz Tyab, yang sudah mengatakan berasal dari kota Beit Hanoun, dirinya yang masih mendengarkan serangan udara yang sudah di lancarkan oleh militer Israel yang di lakukan sebelum jam 08.00 waktu setempat.

“Kami sendiri yang mendengar apa pun berada di luar atau di dalam semenjak di pukul 08.00, » ujar dari Tyab.

Dirinya menambakan banyaknya pasukan Israel pada akhirnya tinggalkan area Beit tersebut. sementara dari penduduk mulai kembali  dari tempat pengunsian. Pasukan Israel yang lain kini berada di selatan kota Rafah dan juga kembali ke barak markas mereka.

Dari harian Inggris seperti The Guardian, melansir pasukan dari Israel yang sudah menarik alat alat perang berat mereka seperti tank dari kota Gaza.

Seperti anggapan dari juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Peter Lerner, adanya pasukan yang akan di kerahkan kembali lagi ke posisi bertahan di luar Jalur Gaza dan nantinya akan terus berada di dalam posisi itu. Lerner juga sampaikan sudah berhasil untuk menghancurkan 32 terowongan terakhir yang berada di dalam Gaza.

“Di hari ini sudah berhasil di hancurkannya semua ancaman tersebut,” tegas dari Lerner.

“Dan kesepakatan yang ada, kami yang sudah melakukan 72 jam gencatan senjata demi masuknya bantuan kemanusiaan,” terang dari pemimpin senior Hamas, Osama Hamdan.

Be Sociable, Share!