Berita Dunia Hangat – Obama Ingin Sony Pictures Tetap Tayangkan The Interview

Kabar akan peretasan perusahaan Sony Pictures yang sangat mendalam di rasakan oleh perusahaan tersebut. Sony Pictures telah mendapatkan peretasan sampai dari beberapa dokumen yang penting di dalamnya berisikan dari scenario film hingga bocor di dunia. Setelah di lakukan adanya penyelidikan, Negara Amerika yang sudah memastikan kalau Korea Utara telah terlibat adanya kasus di dalamnya. Karena dari kejadian yang ada ini Sony Pictures langsung membatalkan rencana untuk rilisnya film yang berjudul The Interview tersebut, dan itu adalah suatu alasan mengapa Korea Utara melakukan peretasan terhadap perusahaan itu. Jika memang tidak di batalkan, maka mereka akan mengancam meretas jaringan bioskop di Amerika.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama yang pada akhirnya langsung angkat bicara akan kasus ini. Obama yang menyatakan kalau Sony Pictures melakukan suatu kesalahan besar dengan membatalkan perilisan di film berbau kontroversial tersebut. Film di bintangi oleh Seth Rogen dan James Franco.

“Saya mempunyai suatu harapan akan membicarakan masah di batalkannya rilis dari film itu kepada saya terlebih dahulu. Saya nantinya akan memberikan saran kalau mereka jangan terjebak dalam intimidasi ini,” terang dari Obama yang berada di dalam sebuah konferensi pers untuk hari ini, Jumat (19/12).

“Memang saya pikirkan kalau Sony telah membuat adanya kesalahan,” terangnya.

“Kita memang tidak akan bisa membiarkan adanya seorang dictator sudah terapkan sensor berada di Amerika Serikat, Jika ada orang bisa membuat film satir dan batal tayang. Bayangkan saja kalau mereka tidak suka dengan adanya film documenter atau suatu tayangan berita semata,” ujar darinya lagi.

Sony yang langsung angkat tangan akan tanggapan dari Obama tersebut. Sony membela adanya keputusan mereka dalam membatalkan film yang seharusnya bisa di rilis untuk tangal 25 Desember nanti.

“ADanya keputusan tegas akan tidak jadi rilis film The Interview di tanggal 25 Desember adaah suatu bagian besar dari bioskop untuk memilih tidak tayangkan film itu,” keterangan dari Sony.

“Ini menjadi keputusan mereka. Tanpa bioskop memang kami tidak bisa untuk merilisnya. Kami tidak mempunyai suatu pilihan lagi yang lainnya,” terangnya.

About The Author