Berita Dunia Hangat – Presiden Brasil Marah Atas Keputusan Hukuman Mati Indonesia

Seperti dari negara Belanda kemarin, Brasil langsung menarik pulang duta besarnya yang ada di Indonesia. Keputusan yang ada ini di sebakan karena rezim kepemimpinan Joko Widodo yang telah tetap menghukum mati kepada sang kurir narkoba berasal dari Brasil bernama Marco Archer Cardoso Moreira (53 tahun) untuk minggu kemarin (18/1/15).

Yang sudah di ketahui dari laporan Telegraph, Senin hari ini, Presiden Brasil Dilma Rousseff baru saja mengeluarkan pernyataan kerasnya. Dengan melalui juru bicaranya, dirinya mengakui sangat tidak senang dan sangat terkejut sekaligur marah dari sikap yang sudah di tunjukkan pemerintah Indonesia. Di mana dari mereka yang sudah menolak segala upaya dari mereka untuk selamatkan Marcoo. Termasuk dari sambungan telepon langsung antara Dilma Rousseff dengan Joko Widodo atau Jokowi untuk tiga hari yang lalu.

“Dengan menjalankan hukuman mati yang di mana kini sudah ditolak dari komunitas internasional bisa memberikan efek buruk antara kedua negara dalam hubungannya,” ujar dari presiden Brasil tersebut menegaskan.

Kini dari Brasil yang merasa sangat kecewa sebanyak dua kali lipat, karena lebih dari satu abad kalau dari warganya tidak ada yang di hukum mati, di manapun di negara manapun. Karena dari negeri Samba yang sudah meniadakan hukuman mati semenjak 1889.

Berada di dalam waktu yang bersamaan, dua warga Brasil yang di hukum mati berada di Indonesia. Setelah dari Marco, masih ada satu orang kurir narkoba yang berasal dari Brasil yang menunggu giliran bernama Rodrigo Muxfeldt Gularte. Dari jadwal eksekusi dan juga peninjauan kembali akan kasuanya tersebut kini masih menunggu keputusan dari Kejaksaan Agung.

Bisa di kirakan, negara Brasil akan membalas semua perbuatan dari pemerintah Indonesia tersebut melalui medan ekonomi. Negeri samba adalah mitra datang dari Indonesia yang paling penting.

Adapun nilai perdagangan dari kedua belah negara capai USD 4 miliar. Di mana Indonesia yang lebih banyak mendatangkan kedelai dari Brasil, lainnya juga kopi.

About The Author