Berita Dunia Hari Ini – Meski Diancam, Kartunis Swedia Tidak Perduli

Seorang kartunis berdarah Swedia mengungkapkan bahwa dirinya baru-baru ini menggambar lukisan yang sangat luar biasa. Namun, secara mengejutkan adalah ternyata apa yang digambar oleh kartunis tersebut adalah sosok Nabi Muhammad. Tentu saja itu mengundang banyak kritik, celaan dan hujatan dari muslim di seluruh dunia. Akan tetapi, sepertinya kartunis tersebut tidak memperdulikannya dan tetap menganggap hal tersebut adalah hal biasa. Bahkan, ia mengaku bahwa lukisannya itu adalah salah lukisan terbaik yang mana ingin ia pamerkan secara publik di tahun ini.

“Saya baru saja menggambar lukisan tersebut (kartun Nabi Muhammad). Memang sudah banyak sekali ancaman dan kritik kepada saya, tapi saya tidak begitu menghiraukannya. Lagipula, saya senang melakukannya. Ini sangat menarik,” tukasnya.

Sebelumnya, Vilks (kartunis tersebut) diancam mati usai memamerkan salah satu lukisan bergambar karikatur Nabi Muhammad yang menyerupai seperti salah satu hewan, yaitu anjing. Karyanya itu ternyata dimuat dalam salah satu surat kabar yaitu Surat Kabar Nerikes Allehanda tahun 2007 lalu.

Saat ini, pameran pun rencananya bakal digelar di Kota Malmoe. Tapi ternyata, memang Vilks kembali dianggap menghina Nabi. Kreasi terbarunya memperlihatkan lukisan Nabi Muhammad yang memiliki tubuh seperti anjing yang dipadukan bersamaan dengan karya lukisan dari sejumlah pelukis terkenal yaitu Peter Paul, Claude Monet hingga Anders zorn.

“Belum dapat diprediksikan apabila pameran di bulan Juli nanti akan kembali menuai protes dan ancaman. Memang pada saatnya nanti, ancaman tersebut harus segera dihentika,.”

Salah satu pihak berwenang di negara Swedia pun memang memiliki tugas berat di mana mereka perlu menjaga keamanan di Malmoe dengan ketat. Salah satu kota terbesar yang ada di Swedia ini sendiri memang dihuni oleh banyaknya penghuni asing yang mana di antara mereka memeluk agama Islam.

Di tahun 2009 lalu, memang ada ancaman terhadap Vilks di mana salah seorang perempuan Amerika Serikat memberikan ancaman akan membunuh Vilks karena menggambar Nabi Muhammad layaknya seekor anjing. Kemudian, perempuan tersebut pun saat ini sudah ada di penjara.

Sementara itu, ada juga tiga orang lainnya di Swedia yang sempat ditahan karena memiliki rencana untuk membunuh Vilks. Akan tetapi, ketiganya pun dibiarkan bebas pada Januari silam, tapi harus membayar denda karena diketahui memiliki senjata.

 

Berita Dunia Hari Ini

About The Author

Reply