Berita Dunia – Hari Raya Mesir Sangat Prihatin Dengan Pelecehan Seksual

Seperti dari suatu perayaan hari raya Idul Adha yang memang tidak membuat pemerintahan Mesir untuk berleha-leha akan liburan. Dewan Negara Perempuan Mesir yang mengungkapkan masih sangat was-was dengan banyaknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan Mesir.

Maka dari itu selama dari perayaan hari raya besar kedua umat muslim tersebut, pemerintah Mesir yang sudah membuka hotline khusus untuk bisa mengadukan kasus kekerasan seksual itu.

Hotline tersebut yang nantinya akan bisa di buka selama 12 jam mulai dari pukul 10 pagi sampai dengan jam 10 malam, selama 4 hari dari liburan idul Adha tersebut.

Setelah melansir berasal dari media Al Arabiya, yang sudah di rilis pada hari Sabtu ini, (4/10/14) untuk bisa menjalankan pencegahan tersebut, dari dewan perempuan mesir yang sudah bekerja sama dengan Dewan Nasional Perempuan Mesir bersama dengan Departemen Kekerasan Perempuan Kepolisian Mesir.

Dari kepala DEwan Nasional Perempuan, yang bernama Mervat el-Talawy, sudah menyebutkan kalau petugas dari beberapa lembaga tersebut memang sangat diharapkan mampu menangani pelaporan dan membekuk kasus pelecehan seksual tersebut.

“Kami sendiri saat ini sudah semakin sepakat dengan Kementrian Dalam Negeri untuk bisa melaporkan setiap kasus pelecehan seksual yang berada di Idul Adha,”ujar dari Talawy menjelaskan. Cara tersebut yang di anggapnya bisa menjadi penegak hukum untuk bisa lebih cepat datang ke lokasi kasus pelecehan seksual yang sudah di laporkan.

Talawy sendiri sudah menegaskan kalau langkah tersebut di gunakan dalam memberantas pelecehan seksual dan kekerasan akan bisa di galakkan walupun dari situasi dari negeri Piramida tersebut masih belum bergolak.

Dirinya sendiri yang bermasalah, kasus kekerasan seksual saat ini sudah semakin liar lagi, bukan berasal dari kasus yang sudah di laporkan semakin meningkat lagi pada saat perayaan public.

Kasus pelecehan seksual berada di  acara perayaan memang sudah terjadi. Dan ini harus bisa di berantas agar tidak lagi semakin meningkat lebih buruk lagi.

About The Author