Berita Dunia – Jika Makan Tidak Habis, Kedai Ini Memberikan Denda

Ada suatu aturan yang sangat aneh dan unik terdapat di salah satu kedai di Jepang. Bisa di ketahui kalau pengelola kedai yang bernama Hachikyo berada di Sappor, Jepang ingin memberikan suatu pelajaran yang berharga diberikan kepada para pengunjungnya agar dari mereka bisa menghargai yang namanya makanan. Maka dari itulah, mereka menggunakan suatu bayaran denda jika ada setiap butiran nasi yang tidak di habiskan oleh para pelanggannya.

Seperti yang sudah di beritakan dalam Rocketnews 24, sebelum dirinya menyajikan makanan yang telah di pesan oleh pelanggan, pelayan yang nantinya akan memberikan peraturan sudah tertulis dan di tanda tangani pemilik kedai tersebut. Adapun tujuan dari aturan itu adalah meminta suatu kesediaan kepada para pelanggan agar bisa menghabiskan seluruh nasi yang disajikan sampai di butir terakhirnya, jika di mangkuknya masih ada nasi tersisa, maka akan mendapatkan denda sesuai degan aturan yang ada.

Jika memang dari pelanggan tersebut setuju, koki akan bisa membuat suatu pesanan. Setelah itu dari pelayan dalam pakaian seperti ala seorang pelaut tradisional menyajikan suatu bentuk sajian nasi bersama dengan lauk melimpah. Setelah selesai untuk makan, mangkuk tersebut harus habis bis isinya. Jika masih ada sebutir saja nasi di dalam mangkuknya maka dari pelanggan akan di kenakan denda. Denda tersebut nantinya akan bisa di sumbangkan untuk amal.

Suatu kebijakan yang sangat unik ini sudah di ambil dari pengelola kedai ini dimana mempunyai suatu tujuan untuk bisa menghargai jerih payah dari para nelayan berada di dalam mencari ikan yang sudah di sajikan berada di dalam kedai itu. Sebab memang tidak jarang yang mereka harus tetap lakukan untuk berburu ikan pada saat cuaca buruk.

Bukan hanya dari pelanggan saja yang harus bisa menghargai para jerih payah nelayan. Para pelayan pun di sini dikirim agar bisa memberikan bantuan kepada nelayan untuk beberapa bulan. Maka dengan itu mereka nantinya akan bisa merasakan seperti apa beratnya menjadi nelayan.

About The Author