Berita Dunia – Kaum Hawa Di Arab Saudi Kini Bisa Berikan Suara Pemilu

Ada seorang wanita arab saudi yang sudah memberikan suara untuk kali pertamanya dalam masalah pemilu atau pemilihan dewan-dewan setempat dan juga sudah mencalonkan dirinya untuk beberapa waktu yang lalu. Dari bentuk langkah ini sudah dipandang dari banyak aktivis berada di kerajaan tersebut menjadi suatu perubahan yang sangat bersejarah di sana, akan tetapi dari beberapa kalangan yang lain memandangnya menjadi simbol saja.

“Menjadi suatu langkah yang pertama hal ini adalah suatu prestasi yang sangat besar sekali. Sekarang ini kami rasakan kalau masih menjadi masyarakat, bahwa kami sudah melakukan kontribusi,” terang dari ahli psikoterapi pada saat memasuki tempat pemungutan suara berada di utara Riyadh, bernama Sara Ahmed yang berusia 30 tahun.

“Kami sudah bicarakan akan masalah hal ini, yang sudah menjadi hari sangat simbolis bersejarah untuk rakyat kami,” terang dari dirinya seperti di sebutkan kepada laman media Reuters, untuk hari ini kemarin Sabtu (12/12/15).

Adanya bentuk hak yang semakin di perluas ini bisa memberikan suara untuk mendorong kepada beberapa warga Saudi yang mempunyai harapan kepada keluarga kerajaan dimana akhirnya bisa melakukan reformasi lebih lanjut untuk bisa menggunakan sistem politik.

Berada di negara Arab Saudi adapun salah satunya negara yang mempunyai kaum wanitanya tidak diperbolehkan mengemudikan kendaraan dan juga seorang pelindung laki-laki wanita, biasanya dari ayah, suami, dan anak kandung laki-laki. Dan itu akan bisa memberikan larangan kalau dia pergi dan ke luar negeri, menikah, belajar ataupun bekerja.

Berada di bawah pimpina dari Raja Abdullah, dimana mempunyai kepemimpinannya semenjak Januari dan sudah di umumkan berada di tahun 2011 lalu kalau kaum wanita akan bisa berikan suara di dalam pemilihan itu. Segala bentuk dari pemilihan ini sudah di ambil untuk kaum wanita agar bisa mempunyai peranan publik lebih besar lagi. Mereka akan bisa kirimkan belajar berada di universitas yang ada, dan memberikan lapangan pekerja kepada kaum hawa.

About The Author