Berita Dunia – Mundurnya Paus Benediktus XVI Ciptakan Perpecahan di Vatikan

Saat Joseph Ratzinger resmi menjadi Paus Benediktus XVI di tahun 2005 silam, masyarakat Israel mengungkapkan bahwa Paus tersebut adalah sosok pemimpin yang tepat dan akan menjadi pemimpin yang disegani oleh para warga. Akan tetapi, ternyata sangat disayangkan bahwa Paus yang pernah ikut serta dalam militer Nazi Jerman itu memutuskan untuk mundur. Keputusan itu tentunya membuat sang Presiden Israel mengaku sedih.

Israel Shimon Peres, selaku Presiden menuturkan keputusan Paus untuk mengundurkan diri membuatnya sangat sedih. Peres pun menuturkan bahwa Paus adalah sosok pemimpin yang luar biasa dan kinerjanya selama ini sebagai Paus sangat luar biasa apalagi saat memerangi sentiment anti-Semit dan juga saat melakukan penyangkalan tragedi Holocaust.

“Ia adalah pemimpin yang luar biasa. Vatikan menunjukkan sikap tegas dalam menentang rasisme serta anti-Semit dan juga menjunjung tinggi perdamaian di bawah pimpinannya. Beliau adalah sosok yang hebat dan mampu menginspirasi banyak orang,” tutur Peres.

Seorang rabbi di Israel juga berharapa bahwa warisan Paus Benediktus XVI akan terus terpeliharan. Warisan itu sendiri yakni hubungan antara Gereja katolik dengan institusi ke-rabbian di negara zionis, Israel.

“Saya berharap agar warisannya (Paus) akan selalu terpeliharan dan dijunjung tinggi demi hubungan yang baik antara Gereja Katolik dengan institusi ke-rabbian.”

Namun, mundurnya Paus Benediktus XVI pada 28 Februari nanti, dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan di Vatikan.

Perpecahan sendiri pernah terjadi dan dialami oleh Pihak Gereja Katolik. Tentu saja mereka tidak ingin perpecahan itu kembali terjadi. Inilah yang membuat banyak pihak khawatir karena perpecahan tersebut adalah krisis terparah yang pernah dialami oleh pihak Gereja Katolik dalam sejarah. Kejadian itu sendiri terjadi pada tahun 1415 silam, di mana Paus Gregory XII pun akhirnya memutuskan untuk mundur dari jabatannya dengan tujuan untuk mengakhiri perpecahan yang terjadi.

Pertanyaan yang muncul saat ini adalah apakah hal tersebut akan kembali terulang usai keputusan kemunduran Paus Benediktus dari jabatannya? Tentu saja para umat Kristiani berharap hal tersebut tidak akan pernah terjadi lagi karena itu adalah mimpi buruk.

Usai Paus Benediktus resmi mundur dari jabatannya, ia akan langsung dibawa ke Kastil Gandolfo sebagai tempat untuk peristirahatan musim panas untuk para paus. Paus yang saat ini sudah berusia 85 tahun itu akan tinggal di sana selama kurang lebih 15 sampai 20 hari, sampai konklaf telah memutuskan untuk mengangkat paus baru.

 

 

Berita Dunia

About The Author

Reply