Berita Dunia – Paus Fransiskus : Ini Perang Dunia Ketiga

Seperti dari pemimpin umat Katolik seperti Paus Fransiskus yang sudah menyebutkan kalau saat ini dari manusia sedang menghadapi Perang Dunia Ketiga. Hal tersebut yang di sebabkan karena banyaknya suatu konflik, kejahatan, pembantaian dan penghancuran berada di seluruh pelosok, maka dari itu ini bisa di sebutkan menjadi perang dunia. Karena memang sudah menewaskan banyak korban.

“Suatu perang yang terjadi adalah suatu kegilaan. Bahkan setelah mengalami suatu perang sebelumnya,mungkin untuk saatini kita sedang berada di proses perang dunia ketiga.  Maka perlunya untuk saat ini kita bisa berjuang untuk melawan perang dunia itu,”ujar dari Paus yang sudah di sebutkan kepada di beritakan kepada Telegraph, untuk hari ini, Sabtu (13/9/14).

Paus yang di mana akhir-akhir ini akan bisa terus bisa berunding dengan pihak yang sedang bertikai untuk bisa berhenti perang dan bisa duduk bersama tanpa meninggalkan banyak korban. Dirinya juga berusaha untuk meredam adanya konflik yang sudah terjadi di beberapa negara. Seperti di antaranya Ukraina, Irak, Suriah, Gaza, hingga Afrika.

“Perang adalah suatu tindakan tidak rasional dan hanya bisa membawa kehancuran,” ujar dari Paus.

Konflik yang saat ini sudah terjadi, seperti yang di katakana oleh Paus, di sebabkan karena manusia yang sudah di manjakan dengan sifat keserakahan, tidak mempunyai suatu toleransi, serta bisa di kuasai adanya nafsu untuk bisa mengangkat senjata dengan ideology yang di paksa benar.

Maka dari itu, Paus yang memberikan ajakan untuk semua umat untuk bisa melawan setiap tindakan kejahatan pembantaian dari banyak nyawa yang di pertaruhkan. Di mana kehidupan manusia saat ini menjadi hak mereka, tanpa ada suatu pembantaian akan tercipta suatu kedamaian yang ada di harapkan banyak orang.

Paus yang tidak asal bicara. Dari anggapannya konsep perang yang bisa mengatasnamakan Tuhan memang sangat tidak masuk akal yang bisa membuat ia mengutuk tindakan tersebut.

“Manusia yang masih perlu untuk menangis dan ini adalah waktu untuk menangis bersama,”ujarnya menambahkan.

About The Author