Berita Dunia Terbaru – Argentina Kecam Inggris Terkait Sengketa Wilayah di Antartika

 

Argentina mengecam upaya Inggris untuk menjadikan Ratu Elizabeth II sebagai nama salah satu daerah di Antartika. Hal ini terjadi setelah Inggris, lewat Menteri Luar Negeri William Huge beberapa waktu lalu berikhtiar memberikan nama tersebut.

AFP memberitakan, Buenos Aires lalu memanggil duta besar Inggris untuk Argentina kemarin lantaran niat William Hague. Dalam pertemuan itu, Argentina menyampaikan nota protes. “Kami jelas menolak dengan keras klaim Inggris terhadap wilayah tersebut,” ungkap pihak Argentina yang menganggap wilayah yang diungkapkan adalah milik Argentina.

Berkaitan dengan perayaan 60 tahun Ratu Elizabeth II menjadi pemimpin tertinggi Kerajaan Inggris tahun ini, William Hague menyampaikan ide itu beberapa waktu lalu.Menurut Argentina, kebijakan Inggris itu telah melanggar semangat yang dibangun sejak 50 tahun yang lalu. Puluhan negara, termasuk dua negara ini, menandatangani kesepakatan yang dibuat untuk mencegah sengketa wilayah di Antartika.

Perseteruan terkait wilayah ini mencuat sejak Perdana Menteri Inggris David Cameron, mengatakan kepada penduduk di Kepulauan Malvinas, menuding Argentina melakukan upaya menolak perjuangan hak penduduk wilayah yang disengketakan itu. Dalam pesan itu, Cameron mengatakan Buenos Aires, yang menganggap sejumlah pulau di Atlantik Selatan adalah wilayah milik Argentina, menolak hak 3.000 penduduk wilayah Kepulauan Malvinas untuk menentukan nasib mereka sendiri. Menurut Cameron, yang dilakukan Argentina ini akan merusak ekonomi warga wilayah tersebut.

“Sangat disesalkan Argentina bersikap seperti itu,” ungkap Cameron dalam satu pesan radio tersebut. Inggris menyebut Malvinas sebagai Falkland.

“Inggris tidak akan bersedia juga tak mengizinkan hak-hak asasi manusia kalian dibiarkan. Tidak ada pembelaan untuk negara manapun yang berupaya menolak hak demokrasi dan menentukan nasib sendiri,” tambahnya.

Perseteruan ini kembali juga meletus antara diakibatkan kedua negara yang memperingati ulang tahun ke-30 Perang Malvinas. MEskipun terjadi dalam waktu singkat, perang itu menewaskan 255 tentara Inggris dan 649 pasukan Argentina.

Pemerintah Malvinas sendiri Juni lalu telah mengumumkan pihaknya bersedia menyelenggarakan referendum demi kepastian status politiknya tahun depan. Referendum ini diharapkan pemerintah Malvinas menjadi solusi sengketa yang selama ini terjadi.

 

 

Berita Dunia Terbaru

Be Sociable, Share!

 

Tags

Related Posts

  • No Related Posts