Berita Dunia Terbaru – DNA Seorang Wanita, Kejutan dari Temuan sisa Bom Boston

Sungguh mengejutkan yang telah ditemukan dari penyelidikan yang dilakukan dari pihak FBI terhadap serangan Bom Boston beberapa saat yang lalu di acar tahunan yang selalu dilakukan oleh warga Boston Amerika Serikat yaitu lomba lari maraton. Temuan dari Biro Investigasi Federal Amerika Serikat tersebut FBI menemukan DNA yang disinyalir seorang wanita dari peristiwa pengeboman itu. Namun begitu pemilik DNA tersebut belum dapat diketahui. Dan apakah dari DNA yang ditemukan ini mempunyai hubungan dengan tersangka pengeboman.

Seorang pejabat berprofesi sebagai aparat federal Amerika Serikat yang dirahasiakan namanya tersebut, pejabat ini menyatakan bahwa temuan DNA belum bisa ditarik menjadi sebuah kesimpulan secara langsung. Dimana kesimpulan itu mengkaitkan keterlibatan seorang wanita dalam kejadian pembonan yang bomnya dirakit dalam sebuah panci Boston.

Menurut pejabat tersebut, bisa jadi material genetik ini berasal dari seorang wanita yang ada di ruangan yang sama saat bom ini dirakit. Atau bisa juga berasal dari seorang kasir atau penjaga toko tempat bahan pembuat bom ini dijual.

Kini dengan adanya temuan DNA pihak FBI akan lebih serius dan fokus dalam penyelidikan serta pemeriksaan terhadap sosok wanita itu. Sesosok wanita tersebut disinyalir yang pernah bertemu pada tanggal 15 April lalu sebelum bom itu meledak dengan tersangka Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev

Menanggapi temuan tersebut membuat pihak FBI begitu antusias untuk mengumpulkan beberapa sampel DNA dari sejumlah wanita yang diketahui dengan tersangka dirasa mempunyai hubungan dekat. Sejumlah sampel ini bertujuan untuk menjadi pembanding dari temuan DNA yang tersisa di bom Boston.

Hari senin (29/4/2013), pihak FBI telah mendatangi rumah orangtua istri mendiang Tamerlan Tsarnaev yang berlokasi di Rhode Island, AS. Pihak FBI di rumah orang tua istri milik Khaterine Russel, menghabiskan begitu banyak waktu hingga beberapa jam. Setelah keluar dari lokasi rumah tersebut terlihat bahwa penyidik FBI membawa beberapa tas yang disinyalir berisi sampel DNA.
Setelah penyidikan itu dilakukan ternyata sampai saat ini belum ada keterangan resmi yang diungkapkan dari FBI menanggapi soal ini.

Dilakukannya penyelidikan tentang temuan DNA ini dilakukan setelah FBI memeriksa Misha yang dianggap sebagai pria misterius. Misha ini dianggap membawa pengaruh secara radikal terhadap Tarmelan. Namun kepada pihak FBI, Misha menolak anggapan yang ditujukan kedririnya itu bahwa dia telah mengajarkan Tramelan dalam soal bom. Penginterograsian terhadap pria yang mempunyai nama lengkap Mikhail Allakhverdov , berlokasi di rumahnya yang berada di Rhode Island.

Dalam wawancara yang dilakukan bersama Misha dengan media setempat,New York Rivie of Book, Misha mengatakan bahwa, “Saya bukan gurunya. Jika memang saya gurunya, saya bisa memastikan bahwa dia tidak akan pernah melakukan hal seperti ini”.

 

About The Author

Reply