Berita Dunia Terbaru – Eks-PM Thailand akan Menghadapi Tuduhan Pembunuhan

Penyidik Thailand mengatakan mereka berencana untuk mengajukan tuduhan pembunuhan terhadap mantan perdana menteri Thailand dan wakilnya dalam penuntutan pertama pejabat tersebut karena peran mereka dalam tindakan keras mematikan terhadap gelombang protes anti-pemerintah tahun 2010.

Protes dan tindakan keras menewaskan lebih dari 90 orang tewas dan sekitar 1.800 terluka dalam kekerasan politik terburuk di Thailand dalam beberapa dasawarsa. Mantan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva dari Partai Demokrat, yang sekarang menjadi oposisi setelah digulingkan dalam pemilu tahun lalu, dan “kaos merah” pendukung Partai berkuasa Pheu Thai telah saling menyalahkan atas pertumpahan darah sejak itu.

Kepala Departemen Investigasi Khusus Tharit Phengdit mengatakan hari Kamis bahwa penyidik menemukan bahwa Abhisit mungkin bersalah dalam kematian seorang sopir taksi karena dia membiarkan tentara untuk menggunakan senjata perang dan amunisi terhadap demonstran.

Abhisit dan mantan Wakil Perdana Menteri Suthep Thaugsuban, yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap demonstran, akan dipanggil Rabu untuk secara resmi didakwa oleh hakim. Pengadilan harus menerima berkas kasus sebelum bisa masuk ke proses pengadilan.

Juru bicara Partai Demokrat Chavanond Intarakomalyasut menyebut keputusan “penyalahgunaan kekuasaan pemerintah untuk mengancam lawan-lawannya.” Dia mencatat bahwa hal itu dilakukan saat parlemen reses sehingga kekebalan hukum dua pria penguasa Thailand tersebut muncul dan menghakimi rakyat dengan kekerasan.

Tharit membantah bahwa keputusan itu bermotif politik dan mengatakan kasus ini signifikan “bagi masyarakat karena kematian yang ditimbulkan oleh tindakan pejabat pemerintah.”

Kematian terjadi selama sembilan minggu protes kemeja merah ‘anti-pemerintah di jantung ibukota yang berusaha untuk memaksa Abhisit untuk menggelar pemilu lebih awal. Demonstrasi tersebut berlangsung ricuh dan memakan banyak korban jiwa. Protes ini dilakukan terutama oleh pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang digulingkan oleh kudeta militer tahun 2006 setelah dituduh korupsi dan tidak menghormati monarki.

Sebuah pemeriksaan Pengadilan Pidana baru ini menemukan bahwa sopir taksi Phan Kamkong dibunuh oleh senjata yang digunakan oleh personel militer selama tindakan kekerasan tersebut.

 

 

Berita Dunia Terbaru

About The Author

Reply