Berita Dunia Terkini – ISIS Telah Menghancurkan Musem Mosul

Lagi-lagi yang bertindak adalah kelompok islam radikal telah merilis adanya video baru, bagaimana mereka telah dengan sengaja untuk menghancurkan adanya bangungan karya seni yang mempunyai umur ribuan tahun, yang dimana tidak ternilai harganya berada di museum Mosul, Irak.

Seperti yang sudah dikabarkan berada dalam media Daily Mail, untuk hari kemarin Kamis (26/2/15), para ekstremis yang telah menggunakan bor dan palu besar untuk bisa menghancurkan adanya suatu peninggalan bersejarah dari zaman Asiria, yang dimana sudah berusia 3000 tahun lamanya.

Dari salah satu yang sudah di hancurkan adalah patung dari banteng bersayap, yang di mana sudah menggambarkan adanya dewa pelindung Asyur, kerajaan yang dimana mempunyai ibu kota berada di yang letaknya berada di timur laut Mosul.

Kerajaan itu yang sudah membangun adanya kota besar sekitaran masa 706 SM. Sebelum dari ISIS yang sudah menghancurkan banyak tempat bersejarah yang lainnya, termasuk beberapa tempat-tempat suci yang sudah mereka kirakan menjadi bidah.

Selain untuk bisa menghancurkan adanya suatu situs-situs bersejarah, ISIS yang saat ini sudah banyak menjual adanya peninggalan bersejarah berada di pasar gelap, untuk bisa membiayai adanya biaya kampanye berdarah mereka berada di Timur Tengah.

Ghanim al-Ta`an, yang saat ini menjadi Direktur Perpustakaan Umum Mosul, telah menyebutkan kalau ISIS yang sudah menyerang adanya perpustakaan dengan menggunakan bom berada di hari Minggu 22 Februari lalu. Dimana sudah menghancurkan 10 ribu buku dan lebih dari 700 manuskrip langka.

Sebagian dari buku yang sudah musnah berasal dari lima masa Kekaisaran Ottoman. Dari seorang professor berasal dari Universitas Mosul, menyebutkan kalau ISIS saat ini sudah memulai dalam menghancurkan koleksi berada di perpustakaan semenjak Desember 2014.

Dirinya sudah memberikan laporan, kerusakan parah yang sudah terjadi berada di sebuah perpustakaan Muslim Suni serta dari Museum Mosul yang didalamnya tersimpan sebanyak koleksi barang sejarah 5000 SM.

About The Author