Berita Dunia Terkini – Park Geun-hye : Presiden Perempuan Pertama Korea Selatan

 

Rabu (19/12/2012) lalu Korea Selatan memiliki Presiden perempuan yang pertama yaitu Park Geun-hye. Park menang atas pesaingnya dari kelompok liberal yaitu Moon Jae-in. Selama ini kursi kepresidenan Korea Selalu seolah selalu tertutup bagi wanita. Dengan terpilihnya Park maka ia telah dianggap melanggar ‘tabu’ politik tersebut. Ia juga melanggara tabu lainnya dengan keputusannya untuk tidak menikah. Dia memutuskan membujang karena ingin mendedikasikan hidupnya bagi negara.

Park merupakan putri dari mantan penguasa militer Negeri Ginseng, Park Chung-hee yang pernah memerintah selama 18 tahun sebelum akhirnya meninggal karena dibunuh pada 1979. Ayah Park tersebut merupakan pelopor yang membangun pondasi negara dari reruntuhan Perang Korea pada 1950-1953 hingga akhirnya menjadi salah satu kekuatan ekonomu dunia saat ini. Meskipun juga dianggap diktator dengan menginjak-injak hak asasi manusia dan perbedaan pendapat.

Sebagai presiden perempuan pertama di Korsel pada saat pidato kemenangan ia berjanji akan mempersatukan masayarakat yang terpisah. Pidato tersebut kemudian dipahami sebagai upaya Park untuk mempersatukan seluruh masyarakat di Semenanjung Korea yang terpisah menjadi dua Korea, yaitu Korsel dan Korea Utara. Park sendiri berharap kemenangan tersebut akan membawa harapan rakyat untuk terbebas dari krisi dan pemulihan ekonomi.

Park nantinya akan menjabat selama lima tahun pemerintahaan. Ada banyak pekerjaan yang menantinya seperti tantangan langsung dari Korut yang saat ini tengah mengambil posisi bermusuhan. Selain itu tingkat pertumbuhan tahunan yang turun sekitar dua persen dari rata-rata 5,5 persen dalam 50 tahun terahir. Wanita yang memperoleh julukan ”Thatcherisme Korea” ini berjanji bahwa ia akan menciptakan sebuah negara dimana tidak ada yang tertinggal dan mematahkan siklus ketidakperscayaan antara Korsel dan Korut.

Sementara itu pesaing Park yang mengalami kekalahan yakni Moon Jae-in menerima kekalahan tersebut dan meminta maaf kepada para pendukungnya. “ Saya mohon maaf, menyesal dan merasa bersalah karena gagal membawa misi sejarah untuk membuka era politik baru, “katanya. Moon sendiri merupakan kepala staf mendiang pemimpin sayap kiri Presiden Roh Moo-hy

 

 

Be Sociable, Share!

 

Tags

Related Posts

  • No Related Posts