Berita Dunia Terkini – Penjara Rahasia CIA Ditemukan di Polandia

Dari negara Polandia, jaksa penuntut umum yang berada di negara tersebut yang sudah melakukan suatu penyidikan terhadap suatu tuduhan yang sebutkan kalau agen rahasia Amerika Serikat (CIA) yag sudah mempunyai suatu fasilitas penjara rahasia yang berada di timur laut Polandia.

Bisa di ketahui kalau dari penjara rahasia ini yang sudah di gunakan untuk mengintograsi dari para pelaku tindak terror yang sudah melibatkan dari jaringan besar teroris di dunia ini, yaitu dari Al Qaeda.

Seperti yang di kabarkan dari kantor Reuters untuk akhir bulan kemarin, demi kami bisa untuk mempunyai suatu fasilitas penahanan tersebut, para pejabat yang bekerja di CIA yang sudah merogoh uang besarnya adalah USD 15 juta atau di rupiahkan bisa menjadi Rp 183 miliar. Dari uang tersebut yang akan langsung di kirimkan dan di terbangkan menggunakan dari pengiriman diplomatic yang berasal dari Jerman.

Laporan yang menyoal dari keberadaan penjara rahasia tersebut untuk kali pertamanya yang sudah di publikasikan dari salah satu harian Washington Post. Dari juru Bicara Jaksa Penuntu kota Krakaow yang berada di Polandia, yang bernama Piotr Kosmaty. Menduga dari adanya laporan dari media harian Washingron Post yang sudah mempunyai suatu bukti dari masalah yang sudah dia tangani tersebut.

“Seperti yang ada dalam suatu proses penyelidikan yang saat ini masih bisa berjalan, kami akan bisa menganalisis dari adanya artikal yang berasal dari media Washington Post dan itu sudah memasukan dari suatu investigasi dari kami,” ujar dari Kosmaty.

Apabila memang nantinya bisa terbukti untuk adanya penjara rahasia tersebut, dari pejabat yang berasal dari Polandia yang sudah di duga telah mengikuti dari komplotan penahanan illegal dan bisa di anggap menjadi penyiksaan. Dari para politisi yang sudah memegang posisi para senior yang ada pada saat itu bisa juga untuk di tuntut.

Tetapi dari para pejabat yang berada di Polandia dalam ramai-ramai telah memberikan bantahan dari keberadaan penjara rahasia itu.

About The Author

Reply