Berita Dunia Terkini – Perdana Menteri Irak Baru, Al – Abadi

“Untuk negara ini sekarang berada di tangan anda”. Itulah yang sudah di sebutkan oleh Parlemen Irak kepada Perdana Menteri baru mereka, yang bernama kepada Haider al-Abadi saat diangkat untuk gantikan Nuri al-Maliki.

Dari seseorang anggota  Parlemen Irak yang kemudian telah menjabat tangan Abadi.

“Semoga Allah akan bisa memberikan bantuan kepada anda,”ujarnya yang di sebutkan kepada Abadi yang sudah di kabarkan di dalam media The New Yord Times untuk hari ini, Sabtu (16/8/14).

Seperti yang sudah di kabarkan di dalam media CNN, Abadi yang akan mewarisi dari kendali politik yang ada di negara yang sudah mendapatkan keadaan buruk setelah adanya konflik sektarian dan kampanye yang sangat brutal ekstemis Sunni, Negara islam Irak dan Suriah (ISIS).

Siapakah yang bernama Haider al-Abadi tersebut, dirinya adalah orang yang sudah di harapkan bisa untuk mempersatukan seluruh rakyat Irak ?

Berada di atas kertas, politik Abadi yang memang tidak berbeda dengan Maliki. Seperti dari Maliki, Abadi yang juga menjadi politikus yang berasal dari Islam Dawa, salah satu politik yang terbesar Syiah pada saat ini. Basis akan kekuasaannya berasal dari Syiah Irak paling banyak.

Pada saat dari rezim Saddam Husein yang menjadi penguasaanya, Abadi sudah pernah untuk di asingkan sebelumnya. Akan tetapi dirinya yang sudah kemballi ke kancah politik lagi setelah sang diktator Irak tersebut bisa di gulingkan oleh invasi Amerika Serikat 2003 silam.

 Dari seorang pengamat Irak yang berasal dari Colombia university yang bernama Ranj Alaadin telah memberikan penilaian kalau Abadi seorang sosok yang moderat. Dirinya yang di anggap lebih mampu untuk bisa berkompromi daripada Maliki.

“Abadi memang sangat menarik, dapat mengartikulasikan dan langsung,” ujar dari Alaadin yang di sebutkan kepada wartawan.

Abadi adalah pria yang lahir berada di Baghdad untuk tahun 1952. Dirinya adalah seorang politikus yang berasal dari Partai Dewa yang sudah tergabung di dalamnya semenjak remaja. Dia adalah salah satu dari ribuan warga Irak yang meninggalkan negara setelah Saddam Husein telah menjabat.

About The Author