Berita Dunia Terkini – Prancis Dukung Upaya Dialog Konflik Afrika Tengah

 

Presiden Prancis Francois Hollande, menyerukan dilakukannya dialog di antara pemerintah Republik Afrika Tengah (CAR) dan semua pihak, termasuk gerilyawan yang sedang dalam konflik. Hollande menyerukan hal tersebut langsung kepada Presiden CAR, Francois Bozize melalui sambunga telepon, Senin (31/12) lalu.

Hollande menjadi salah satu yang menyambut baik upaya penengahan yang dilakukan Uni Afrika (AU) dan Masyarakat Ekonomi Negara Afrika Tengah (ECCAS) terkait krisis politik yang kini sedang terjadi di Afrika Tengah. Hollande lalu dikabarkan sejumlah media Prancis mengundang Presiden Afrika Tengah untuk memulai proses itu secepat mungkin.

Dukungan Prancis terhadap proses dialog ini dipertegas Menteri Luar Negeri Luarent Fabius. Fabius dikabarkan mendesak gerilyawan dan para pejabat CAR untuk segera memulai pembicaraan sehingga pertempuran dapat dihentikan, lalu membentuk pemerintah koalisi. Menurut Fabius, dialog ini menjadi prioritas yang lebih besar guna mengakhiri permusuhan.

Sebelumnya pada Minggu (30/12) lalu, Presiden CAR Bozize telah menyepakati dilaksanakannya dialog tanpa syarat apapun dengan para gerilyawan yang dalam beberapa waktu ini terus melancarkan ancaman kudeta terhadap pemerintah berkuasa.

Kelompok Saleka, hingga kini dikabarkan semakin menguasai setidaknya lima ibu kota regional terutama bagian tengah dan utara CAR. Mereka lalu memprotes pemerintah terkait janji penyatuan gerilyawan ke dalam masyarakat belum juga ditepati. Janji tersebut sendiri tertuang dalam draft kesepakatan perdamaian yang disepakati pada 2007 dan 2011 silam.

Prancis lalu talah mengirim 180 prajurit tambahan ke negara bekas jajahannya tersebut. Sebelumnya di Afrika Tengah, sudah ada 420 prajuritnya yang ditempatkan demi upaya perdamaian di negara itu.

Terakhir, para gerilyawan yang mengabaikan upaya dialog dilakukan Sabtu (29/12), merebut satu kota dekat ibukota Bangui dalam upaya bergerak maju ke Bangui. Mereka sebelumnya telah banyak merebut daerah CAR dan menuduh pemerintah berkuasa menganiaya warga yang dekat dengan para gerilyawan sehingga mengancam menduduki Bangui.

“Kami menyerukan bahwa pasukan penjaga perdamaian Afrika harus campur tangan secara langsung di ibu kota. Hal ini agar bisa menghentikan pelanggaran dan pembunuhan tahanan itu. Jika tidak, kami yang akan melakukannya,” ungkap salah satu gerilyawan Eric Massi.

 

Berita Dunia Terkini

Be Sociable, Share!

 

Tags

Related Posts

  • No Related Posts