Berita Dunia Terkini – Presiden Palestina Kembali dari PBB dengan Penuh Kemenangan

Presiden Palestina kembali dengan penuh kemenangan ke Tepi Barat pada hari Minggu, dan menerima sambutan riuh dari ribuan pendukung yang terus bersorak merayakan penerimaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas kedaulatan negara tersebut.

Sebuah keputusan Israel memotong transfer tunai kepada Otoritas Palestina yang mengalami kesulitan keuangan, menyusul keputusan sebelumnya untuk membangun ribuan rumah baru di permukiman Yahudi, gagal meredam perayaan tersebut.

Namun para pejabat Palestina mengakui mereka ragu-ragu tentang apa yang harus dilakukan dengan status baru mereka, dan sedang menunggu pemilu Israel mendatang dan ide-ide baru dari Presiden Barack Obama sebelum memutuskan bagaimana untuk melanjutkan negara berdaulat mereka yang baru ini.

Di luar kantornya Presiden Mahmoud Abbas di Tepi Barat tepatnya di kota Ramallah, sekitar 5.000 orang memadati lapangan, bendera Palestina berkibar gagah dan masa bersorak atas pemimpin mereka yang baru saja kembali dari New York. Poster besar pemimpin Palestina, yang popularitasnya telah anjlok dalam beberapa bulan terakhir, akhirnya mulai kembali menemukan kepopularitasnya.

“Kita sekarang memiliki sebuah negara,” kata Abbas diiringi tepuk tangan meriah rakyatnya. “Dunia telah berkata”Ya” untuk negara Palestina”

Majelis Umum PBB pekan lalu sangat mendukung negara Palestina merdeka di Tepi Barat, Jerusalem Timur dan Jalur Gaza, wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967.

Langkah untuk membuat Palestina menjadi sebuah negara ditinjau dari segi wilayah tidak banyak berubah, tetapi membawa dampak potensial yang mendalam.

Pemungutan suara diadakan sebagai bukti pengesahan internasional akan kedudukan Palestina pada pengaturan perbatasan dengan Israel di masa depan dan kecaman luar biasa dari permukiman Israel di wilayah yang diklaim oleh Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada tahun 1967 menolak mengembalikan batas Israel dan tetap memegang kendali di bagian Tepi Barat dan menganggap Jerusalem timur, yang diharapkan sebagai ibukota Palestina, merupakan bagian integral dari ibukota negara mereka.

Israel juga terus membatasi akses ke Gaza. Israel mundur tujuh tahun yang lalu dari jalur pantai, dan sekarang dikuasai oleh militan Islam Hamas yang secara teratur menembakkan roket ke Israel.

 

Berita Dunia Terkini

About The Author

Reply