Berita Dunia Thai – Yingluck Shinawatra Menangis Pada Pidato

 Dari adanya kesabaran yang ada di benak Perdana Menteri Thailand, yaitu Yingluck Shinawatra yang sudah habis batasnya. Seperti yang dalam suatu video yang sudah di sampaikaknya, selasa hari ini (10/12/13) berada dari markas militer. Adik dari mantan PM yang bernama Thaksin Shinawatra tersebut terlihat sudah menitikan air mata. Hal tersebut di karenakan dirinya merasa sangat geram dengan ulan para massa anti pemerintah.

Seperti yang sudah terkabar dalam harian Bangkok, Yingluck yang sudah berhasil bubarkan parlemen untuk Senin kemarin. Akan tetapi dari hal tersebut yang rupanya masih belum memuaskan harapan dari para anti pemerintahan yang kini di pimpin oleh politisi oposisi dan juga dari Suthep Thaugsuban yang dahulu juga pernah untuk menjadi PM Thailand.

Dari mereka yang memang sudah menuntut supaya dari seluruh rezim Shinawatra yang sudah di bersihkan dari negara Thai tersebut termasuk sang PM Yingluck untuk bisa tinggalkan kursi jabatannya menjadi Perdana Menteri sementara.

“Saat ini perlu kita ketahui, kita semua adalah saudara. Akan tetapi mengapa kita harus bisa sakiti dari satu sama lain ?” ujar dari Yingluck yang sudah di tegaskan dalam pidatonya. Dirnya yang sudah katakana sudah bersedia untuk ambil langkah sampai di saat ini. Akan tetapi dari Yingluck yang tidak bisa habis piker harus sampai mana darinya harus bisa mengalah.

“Dari apa yang kalian lakukan dari para pengunjuk rasa anti pemerintah, apa ingin mereka untuk keluar dari tanah air Thailand ini?” ujar darinya. Dan dari berita berbeda sebutkan kalau kakak Yingluck, Thaksin yang sampai hari ini berada di pengasingan setelah di jatuhkan dalam kudeta militer dalam tahun 2006 lalu.

Dan saat ini Yingluck yang sudah menjabat menjadi PM sementara semenjak di tahun 2011 lalu, dirinya mengatakan kalau tidak bisa mundur sebagai PM interim karena bertentangan dengan konstitusi Thailand. Dari bunyi konstitusi tersebut berbunyi “PM dan cabinet yang harus tetap berada di pos mereka hingga dari pemerintah bisa terbentuk lagi.

About The Author

Reply