Berita Dunia TKI – Surat Pembatalan Hukuman Mati Wanipah Salah Alamat

 

TKI yang berasal dari wilayah Indramayu, Jawa Barat dimana dirinya telah bekerja di China, bernama Wanipah telah divonis hukuman mati oleh dari pengadilan setempat dengan adanya tuduhan seperti Wanipah telah terdapati membawa adanya narkoba jenis heroin beratnya adalah 99.72 gram. Kasusnya memang di awali pada saat ada seseorang yang telah menitipkan adanya barang kepada Wanipah berada di Bandara Xiaoshan, China.

Ternyata kini Wanipah yang sudah di vonis hukuman mati pada tahun 2011 lalu kini sudah dibatalkan, akan tetapi dari pihak keluarga masih belum mengerti, karena memang ada miss komunikasi atau salah komunikasi antara dari Kementria Luar Negeri (Kemenlu) dengan kuasa hukum keluarga Wanipah. Surat yang sudah di kirimkan Kemenlu berada di tahun 2013 lalu ternyata memang salah alamat. Padahal dalam surat tersebut ada penjelasan kalau Wanipah mendapatkan suatu keringanan hukuman berasal dari vonis mati kini menjadi penjara seumur hidup.

“Berada ditahun 2011, Kemenlu yang sudah mengirimkan adanya surat kepada keluarga dengan menggunakan alamat benar berada di Indramayu kalau memang dari putri pertamanya Wanipah di hukum mati. Akan tetapi berada di tahun 2013 ada suatu keringanan menjadi penjara seumur hidup. Adapun masalah adalah surat yang dikirimkan tersebut memang salah alamat, bukan berada di Indramayu akan tetapi menuju ke Pondok Benda, Banten,” terang dari Kuasa hukum yang bernama Iskandar Zurlkarnaen yang disebutkan kepada wartawan.

Iskandar memberikan penjelasan, setelah dari dirinya memeriksa ke Kementrian Luar Negeri adanya suatu perkembangan kasus dari Wanipah, ternyata dari surat yang salah itu memang sudah di terbitkan berada di tanggal 25 Oktober 2013. Akan tetapi karena alamat yang di tujukan salah, kini surat tersebut kembali ke Kemenlu.

“Kan menjadi aneh kalau sampai salah alamat. Data warga negaranya sendiri dalam negari ini saja juga sudah tidak valid, bagaimana yang berada di luar negeri. Surat tersebut sudah kembali ke Kemenlu karena salah alamat , tidak di kirimkan ke alamat lainnya,” terang dari Iskandar menjelaskan.

Be Sociable, Share!