Berita Dunia – Warga AS Diduga Menganiaya Seorang Balita Rusia Sampai Tewas

 

Pemerintah Rusia mengklaim, adanya penganiayaan yang terjadi terhadap warga negara mereka oleh warga Amerika Serikat. Dikabarkan bahwa ada balita yang baru berumur tiga tahun yang diadopsi oleh salah seorang warga AS meninggal dunia karena disiksa. Selain disiksa, kabarnya bocah tersebut juga dipaksa untuk meninum obat yang mengakibatkan si korban mengalami gangguan jiwa. Naas.
.
Komite Penyelidikan dari tim Rusia pun melakukan investigasi terhadap kasus yang menimpa Maxim Kuzmin yang diduga tewas karena mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh oleh ibu tirinya. Maxim sendiri diadopsi oleh sebuah keluarga Gardendale, Texas. Maxim meninggal dinua pada 21 Januari 2013 dan kematiannya diklaim karena perbuatan orang tua angkatnya sendiri.

“Ada hal aneh dengan kematian Maxim. Tim penyidik sendiri menduga bahwa anak tersebut mendapatkan perlakukan kasar dari orangtua angkatnya. Ia bahkan diberikan obat agar mengalami sakit jiwa. Maxim juga diketahui mengalami gangguan kejiwaan,” tukas salah seorang sumber.

“Untuk memastikan benar atau tidaknya, konsultan kami memang perlu melihat materi-materi yang ada yang berhubungan dengan insiden ini serta turut serta dalam proses pengadilan.”

Menurut salah seorang sumber itu juga, tubuh Maxim itu memang dipenuhi dengan luka lebam. Tidak hanya itu saja, ada juga organ yang rusak.

Layanan Perlindungan Anak Texas (CPS) melaporkan kematian Maxim yang telah berganti nama menjadi Max Shatto setelah resmi diangkat menjadi anak. CPS dikabarkan mendapatkan laporan bahwa anak tersebut mengalami perlakuan keras dari orangutan angkatnya. Sampai saat ini, Kepolisian Texas sendiri tidak ingin gegabah dan masih menunggu laporan dari hasil otopsi Maxim. Jika terbukti melakukan tindak penganyiaan, maka mereka langsung dengan sigap menangkap orang tua angkat Maxim.

Ayah angkat Maxim, Alan Shatto memang langsung dikabarkan mengenai tuduhan yang dilayangkan dari Pemerintah Rusia terhadap kasus kematian anak angkatnya. Akan tetapi, ia mengaku dirinya sama sekali tidak tahu soal tuduhan tersebut dan menolak untuk memberikan pernyataan lebih lanjut.

 

Berita Dunia

Be Sociable, Share!