Berita Ekonomi – APBN Defisit Bukan Berasal Dari Subsidi BBM

Seperti dari ungkapan berasal politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka yang memberikan suatu konsepsi kalau subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di anggai menjadi penyebab utama defisitnya APBN tak berdasar. Karena dengan suatu alokasi anggaran subsidi yang besarnya adalah Rp246,4 triliun di APBN 2014, serapan yang di dapatkan hanya 14,4 persen dari total APBN senilai Rp1.876 trilun.

Dengan adanya kata lain, seperti yang sudah di ungkapkannya, berada di dalam postur APBN sesungguhnya masih ada sebanyak 85,6 persen anggaran lain yang seharusnya bisa menopang komposisi APBN.

“Seperti dari lagu lama namun kaset baru, itu bisa di kirakan perumpamaan yang seharusnya tepat ketika membicarakan masalah isu BBM. Kas Negara menjadi kosong karena adanya subsidi BBM, untuk bisa selamatkan keuangan Negara subsidi tersebut untuk bisa di cabut,” ujar dari Reike yang sudah di katkan berada di siaran persnya yang ada di hari ini, Kamis (6/11/14).

Dari anggapannya lagi, kondisi yang terpenting saat ini adalah kemauan pemerintah untuk bisa melakukan transparansi kepada publiknya tentang kondisi deficit APBN sesungguhnya. Sebab berada di era kepemimpinan Jokowi – Jusuf Kalla saat ini tidak lebih menjadi penerus dari penyelenggaraan postur APBN dari periode yang ada sebelumna.

“Betulkan itu ada deficit? Berapa angka deficit yang sebenarnya? Hal yang sangat penting saat ini bukan untuk bisa menjelek-jelekkan pemerintah yang lalu, akan tetapi agar jelas kondisi keunangan yang ada di Negara saat ini,” ujar dari Reike lagi menjelaskan.

Rieke yang justru merasa sangat cemas, di balik adanya asumsi APBN deficit yang menjadi suatu alas an pihak untuk naikkan BBM, namun akan ada beberapa pihak yang akan di untungkan.

“Ada para pemburu rente yang bisa bersembunyi berada di balik topeng subsidi karenaya negaranya bankrupt. Bukankah dari Subsidi BBM tersebu di cabut artinya ada tambaha yang akan bisa di kerjakan lagi,” ujarnya.

About The Author