Berita Ekonomi – Dahlan Iskan : Hanya Pertamina Yang Bisa Selamatkan Rupiah

 

Untuk saat ini sudah di ketahui kalau kondisi dari rupiah yang mendapatkan suatu tekanan, dolar AS yang sudah menyentuh pada harga Rp. 11,000 yang sudah menyebabkan dari barang impor langsung menjulang tinggi harganya. Untuk salah satunya adalah BBM impor. Satu per empat dari kebutuhan dolar dari pemerintah untuk saat ini ada Pertamina untuk bisa memanggil BBM dari luar negeri (impor).

“Satu perempat  dari kebutuhan dolar  yang sudah di butuhkan dari pemerintah itu semua berada di Pertamina, semuanya di gunakan untuk membeli BBM, tentunya dengan perginya dolar tersebut ke Amerika, ini sudah bisa membuat adanya suatu kepanikan yang ada,”  ujar dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang sudah di katakan di Kuliah Umum di Universitas Jenderal Soedirman, yang beralamat di Purwokerto, Jawa Tengah, Jum’at (23/8/2013).

“Sekarang pun Pertamina yang selalu butuhkan dolar yang sangat banyak, itu di gunakan untuk bisa membeli minyak dan juga BBM,sekarang semua kebutuhan  BBM dari negara kita memang sangat besar sekali, oang semua merasa sangat panik, padahal mereka setiap harinya naik mobil dan juga sepeda motor, sudah tidak mau lagi untuk naik sepeda biasa,”ujar Dahlan Iskan yang sudah menjelaskan.

Supaya tidak terjadi suatu rasa panik dari pada banyak kalangan, Dahlan yang inginkan kepada Pertamina untuk bisa mempelajari hedging atau lindung nilai  sehingga tidak rudi untuk bisa mengimpor BBM, karena ini sudah terasa sangat buruk pada saat dolar yang sudah menguat dan rupiah yang melemah saat ini.

“Saya ingingkan kepada Pertamina untuk bisa pelajari penggunaan dari Hedging ini untuk bisa membeli BBM, karena kalau dalam kondisi yang seperti ini pasti sayang menguntungkan , yang di utamakan kepada negara yang seperti Indonesia ini. Saya rasa mereka harus bisa melakukan hedging, itu memang harus di pelajari,” ujar dari Dahlan Iskan.

Yang sudah di akui oleh Dahlan Iskan kalau memang hedging tersebut tidak bisa di lakukan oleh BUMN, karena memang BUMN di larang untuk melakukan spekulasi. Jika memang rugi maka nantinya akan bisa di penjarakan.

No related content found.

Be Sociable, Share!