Berita Ekonomi – DPR: 2012, Kualitas Infrastruktur di Indonesia Sangat Buruk

 

Rp 17,2 triliun menjadi angka yang memperlihatkan kerugian sektor industri Indonesia setiap tahunnya. Hal ini diakibatkan buruknya kondisi sarana transportasi ditambah kemacetan yang semakin parah. Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian sejumlah pihak sehingga ditemukan sebuah solusi.

Hal ini diungkapkan Marwan Ja’far, anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) saat ditemui di Jakarta Minggu (30/12). Ia menyebutkan bahwa Infrastruktur di Indonesia kualitasnya berada di titik nadir.

Tidak hanya di bidang perhubungan saja dampak yang muncul dari kondisi ini. Marwan juga mencermati bahwa imbasnya buruknya infrastruktur adalah kerugian banyak sekali sektor yang berdasarkan nilai waktu, bahan bakar, biaya kesehatan dan juga muncul pemborosan energi.

Marwan, yang merupakan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan hal ini dibarengi bukti kuantitatif dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI), di mana 77 persen inflasi nasional asalnya adalah dari daerah. Kondisi yang dimaksud tentu buruknya sarana dan prasarana transportasi, yang pada akhirnya mengakibatkan biaya distribusi di Indonesia melambung tinggi.

“Biaya distribusi di Indonesia mencapai 30 persen dari total ongkos produksi. Sehingga banyak perusahaan yang merasakan biaya distribusi yang sangat besar dibanding biaya produksi atau biaya pembelian.

“Proses distribusi barang di Indonesia menjadi sangat menguras waktu, pikiran, tenaga dan pastinya uang. Akibatnya adalah lonjakan harga bahan pangan tak terkendali,” lanjut Marwan menceritakan kondisi yang terjadi.

Di dunia dituturkan Marwan, infrastruktur di Indonesia ada di posisi ke-92. Hal ini lebih rendah dari kondisi tahun 2011 di posisi ke 82. Hal ini jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang berada di posisi 29. Apalagi Singapura, yang berada di posisi kedua dengan infrastruktur terbaik di Asia Tenggara.

Kondisi infrastruktur yang buruk ini lebih jauh menurut Marwan tidak diimbangi dengan rasio pertumbuhan kendaraan di wilayah Indonesia. Marwan menegaskan, regulasi yang jelas harus diterapkan dalam sistem transportasi agar agar tidak kian membebani pertumbuhan sektor lainnya.

“Permasalahan transportasi tidak bisa lagi dianggap masalah yang sepele. Harus ada perhatian serius. Juga dibuat aturan yang tidak parsial, tapi komprehensif ,” tandasnya.

 

 

Berita Ekonomi

Be Sociable, Share!

 

Tags

Related Posts

  • No Related Posts