Berita Ekonomi Dunia – Apakah Menang Piala Dunia Ekonomi Akan Maju?

Piala dunia yang sudah di selenggarakan di Brasil untuk saat ini telah berakhir, dengan kemenangan yang sudah di dapatkan oleh Jerman dengan skor akhir 1-0. Sementara dari tuan rumah yang mendapatkan kekalahan dan langsung mundur di peringkat ke empat setelah kembali tergulung oleh Belanda dengan skor 3-0.

Akan tetapi apakah mungkin dari Jerman yang bisa memenangkan Piala Dunia, juga menjadikan juawa dalam pertumbuhan ekonomi? Jawabannya bisa jadi tidak, coba lihat saja Brasil yang sudah sempat menjadi juara di tahun 2002.

Melansir yang ada di Forbes, rilis di hari ini Senin (14/7/14) seperti adanya statistic yang sudah di kumpulkan dari bank dunia, sebanyak delapan dari Sembilan negara pemenang Piala Dunia, turnamen sepak bola dunia yang paling bergengsi pastinya akan bisa mendapatkan kontraksi pada  produk domestik bruto (PDB).

Lima dari tujuh pemenang dari Piala Dunia bakah terus mendapatkan penurunan ekonomi pada tahun kedua setelah kemenangannya. Tren tersebut yang sangat kuat pada saat Argentina menjadi juara di tahun 1986.

Walaupun seperti itu, ada negara yang memang sudah berhasil untuk mematahkan kutukan yang ada tersebut, negara tersebut adalah Spanyol. GDP  Spanyol yang berhasil tumbuh sebanyak tipis 0,1 persen pada 2011, naik sedikit dari kontraksi 0,2 persen pada saat kemenangannya di tahun 2010. Jumlah penurunan tersebut rata-rata sebanyak 1,114 persen/

Untuk finalis yang ada di tahun ini, ekonomi Argentina yang masih tumbuh di 3 persen pada tahun 2013, sementara pertumbuhan Jerman yang bergerak lebih rendah dari tim tango tersebut, besarnya adalah 0,4 persen.

Apa yang terjadi kok biasa begini. Apa karena permodalan yang ada untuk bisa mengikuti Piala Dunia tersebut dengan di bayarkan dengan GDP. Para fans yang sudah jauh jauh datang untuk menonton. Adapun banyak yang bisa terjadi, dari mereka juga ada yang menyebutkan kalau Piala Dunia bisa memberikan efek baik karena mereka juga ada yang membutuhkan piala dunia untuk selesaikan masalah negaranya.

About The Author