Berita Ekonomi – Harga Bawang Meroket, SBY Kecewa dengan Kinerja Menteri

 

Harga bawang merah dan bawang putih serta daging sapi saat ini masih meroket. Hal ini membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa kecewa dengan kinerja kedua menterinya, Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Menurutnya keduanya belum terlihat berusaha untuk segera mengatasi masalah lonjakan harga tersebut.

Dalam penuturannya, SBY justru mendengan bahwa kedua menteri tersebut justru saling menyalahkan antara satu kementerian dengan kementerian lainnya. Hal ini tentu membuatnya kecewa. Pasalnya sikap tersebut justru memperlihatkan sikap tidak profesional. Lebih lanjut SBY mengungkapkan bahwa sikap tidak profesional kedua kementerian tersebut juga terlihat jelas melalui surat kabar dan berita televisi.

SBY kemudian memerintahkan kedua kementerian tersebut untuk segera mengatasi masalah yang ada dengan duduk bersama dan mengambil kebijakan paling tepat terkait permasalahan harga bawang yang naik. Menurut SBY, stabilitas harga tidak akan dapat dicapai hanya dengan saling menyalahkan.

Stablitas harga dapat tercapai dengan menentukan kebijakan bersama-sama. SBY juga menyarankan agar kedua kementerian tersebut tidak bersilat lidah di depan pers. Ada baiknya untuk segera mencari solusi. SBY juga menegaskan bahwa ia akan selalu mengikuti perkembangannya. Dalam pemaparannya, jika harga komoditas mengalami kenaikan dan tidak sesuai dengan teori ekonomi maka pemerintah jangan saling berdebat dan saling membantah dengan mengungkapkan data.

SBY juga menegaskan apabila kedua kementerian tersebut tidak juga segera memperoleh solusi bersama maka permasalahan tersebut sebaiknya segera dibawa kepadanya untuk segera diputuskan. “Kalau memang saudara tidak klop, bawa ke tempat saya. Saya akan putuskan. Tetapi saya yakin sebenarnya masih bisa diatasi” tegasnya.

Kekecewaan SBY cukup berasalan pasalnya kedua kementerian tersebut memang sempat saling menyalahkan terkait upaya penyelesaian meroketnya harga-harga melalui impor hortikultura. Dimana Kementerian Perdagangan awalnya mengungkapkan bahwa adanya keterlambatan impor hortikultura terjadi karena lambannya rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian.

Sementara itu Kementerian Pertanian menganggap bahwa lamanya rekomendasi tersebut karena banyaknya permohonan rekomendasi impor produk yang harus ditandatangi. Kementerian Pertanian juga menganggap bahwa impor hortikultura terhambat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60 Tahun 20122 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 60 Tahun 2012 tentang Impor Produk Hortikultura.

 

Berita Ekonomi

Be Sociable, Share!