Berita Ekonomi Indonesia – DPR Menunggu Keputusan Pemerintah Turunkan Harga BBM

 

Di ketahui di tetapkannya harga bahan bakar minyak jenis premium dan solar yang sudah di umumkan oleh pemerintah hari ini, Rabu (31/12/14) sudah di dukunga dari anggota DPR. Di jelaskan terhitung di tanggal 1 Januari 2015, premium yang sudah di tetapkan di hargai dengan Rp7600 perliternya dan solar menjadi Rp7250 berliter.

“Saya memang sangat mendukung dan menghargai dari keputusan dari kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga BBM bersubsidi karena alasan harga minyak dunia yang di mana saat ini sudah semakin turun drastic,” ujar dari M Misbahkhun, Anggota Komisi XI DPR.

Dari politikus Golkar tersebut yang sebelumnya memberikan kritikan keras akan kebijakan dari pemerintah yang akan memangkas subsidi di mana nantinya bisa memberikan dampak langsung kepada kenaikan harga BBM untuk per November lalu. Sampai-sampai dirinya melakukan memotori dalam menggunakan hak interpelasi terhadap Presiden Joko Widodo.

“Menjadikan banyak pertanyaan dan banyak pembicaraan dari masyarakat yang ada di saat ini adalah kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM di beberapa waktu yang lalu, membuat suatu hak interpelasi muncul karena di saat ini keadaan harga minyak dunia mendapatkan penurunan,” terang darinya menjelaskan.

Misbakhun memberikan ungkapan lagi, dengan menggunakan kebijakan yang terbaru ini akan menjadi suatu kebenaran kalau kebijakan yang sudah di keluarkan sebelumnya tidak di sertai dengan suatu analisa yang lebih matang lagi.

“Kejadian sebelumnya itu sudah memberikan bukti kalau tim ekonomi dari Jokowi berada di dalam kabinet kerja masih kurang memuaskan,” terang darinya memberikan kritikan.

Dirinya sangat yakin kalau usulan pengajuan Hak Interpelasi yang sebelumnya sudah di ajukan anggota DPR itu sudah di tanda tangani sebanyak 240an anggota DPR yang memberikan dukunga kepada pemerintah dalam menurunkan harga BBM untuk saat ini.

“SAya sendiri yang menjadi inisiator Hak Interpelasi kenaikan harga BBM, merasa kalau ini sudah berhasil untuk ingatkan kepada tim ekonomi Presiden di dalam kabinet kerja. Supaya ke depannya lebih berhati-hati lagi untuk membuat suatu kebijakan yang membuat dampak kepada banyak orang,” terangnya.

Be Sociable, Share!