Berita Ekonomi Indonesia – Jokowi Mendongkrak Semangat Pasar Saham Indonesia

 

Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memberikan dukungan kepada pasar saham. Pada saat bertandang berada di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk hari kemarin, Selasa (7/4/15) seperti seorang analis berada di pasar saham, Presiden dengan nama julukan Jokowi ini memberikan perkiraan pasar saham ke depannya. Menurutnya indeks harga saham gabungan atau IHSG akan bisa mencapai di titik 6000 berada di akhir tahun ini.

Presiden Jokowi memang tidak memberikan penjelasan detail indikator teknikal berada di saham yang memberikan adanya sinyal bullish untuk pasar saham di Indonesia ini. Menurut darinya rasa optimis bahwa dari dana asing yang nantinya akan masuk ke pasar saham. Agen dari pemerintah yang sudah menggelar adanya proyek infrastruktur, penyerderhanaan perizinaan, juga dari kebijakan investasi bisa memberikan daya tarik tersendiri bagi beberapa investor asing.

“Nantinya proyek infrastruktur akan bisa didorong. Maka dengan begitu, adanya investasi yang langsung atau tidak langsung berada di pasar saham juga mendapatkan kenaikan,” terang dari Jokowi menjelaskan.

Lebih jelasnya lagi, sontak dari perdagangan di pasar saham akan langsung bangkit lagi. Berada di penutupan bursa saham di hari kemarin, kondisi dari harga IHSG tertinggi mencapai tingkat rekornya, yakti berada di tingkat 5.23,29 atau mendapatkan kenaikan sebesar 5,67 persen semenjak awal tahun lalu.

Selain IHSG mendapatkan sentimen bagus dari Jokowi, mengalirnya beberapa dana-dana asing akan bisa memeriahkan adanya bursa saham. Di hitung dari tahun ini, net buy asing berada di pasar bisa mencapai Rp 7,09 triliun. Besarnya porsi asing berada di dalam transaksi bisa mencapai 41 persen atau besarnya adalah Rp 178,3 triliun.

Selain itu beberapa analis memberikan suatu penilaian bahwa dari pembagian dividen akan turut memberikan dukungan untuk para investor asing. Efeknya dari saham properti dan juga perkebungan kini sudah mulai untuk rebound.

Adapun hal yang baik lagi di dalam IHSG ini, permasalahan di politik Indonesia tidak lagi mengusik gerak dari harga di pasar saham.

Be Sociable, Share!