Berita Ekonomi Indonesia – Sistem Online untuk Lelang Daging Sapi

Beberapa waktu lalu Indonesia digemparkan adanya penyalahgunaan kuota daging impor. Nah, untuk menghindari hal tersebut, Kementerian Perdagangan menyiapkan sistem lelang berbasis teknologi komputerisasi. Dimana sistem lelang tersebut hampir sama dengan sistem yang dijalankan pada bursa efek. Hal ini diperkuat Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang mengatakan bahwa pemerintah tengah menggodok regulasi baru mengenai pengadaan impor sapi. Hatta mengatakan bahwa pengadaan daging sapi akan menggunakan sistem lelang.

Sementara itu Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi menambahkan, adanya sistem lelang yang menggunakan sistem komputerisasi nantinya akan mengurangi kemungkinan terjadinya kecurangan. Hal ini dikarenakan sistem online tersebut bisa dilihat oleh semua importer yang sudah terdaftar sehingga terdapat transparansi. “Sistem mekanisme elektronik tanpa melibatkan orang bisa menjadi sebuah solusi,”katanya.

Selain itu dalam penuturannya, saat ini pihaknya tengah membahas bagaimana mekanisme sistem nantinya. Misalnya akan terdapat sistem lot seperti yang diterapkan pada bursa efek. Sistem lot sendiri merupakan kelompok satuan yang dibuat sebagai batas minimum pemebelian yang dilakukan. Lalu dalam sistem tersebut juga akan dilakukan biding pada importer yang terdaftar. Sehingga hal ini akan memperlihatkan deretan penawaran harga dari para importer. Akan mempermudha untuk mengetahui penawaran harga termurah hingga termahal.

Namun dalam sistem lelang daging tersebut, dalam penjelasan Bachrul akan berbeda dengan sistem lelang yang biasanya dilakukan. Karena dalam sistem lelang daging tersebut yang nantinya akan dipilih justru importer yang memberikan penawaran harga paling rendah. Sehingga bisa menurunkan harga daging di tingkat konsumen nantinya. Terkait dengan daging yang ditawarkan baru terbatas pada daging segar dan sapi bakalan namun tidak termasuk sapi pembibitan. Sedangkan yang menjadi peserta lelang tetaplah sebuah perusahaan yang sudah terdaftar sebagai importer di Kementerian Perdagangan.

Sementara itu terkaitt sistem lelang daging secara online tersbut ternyata belum bisa diterima semua pihak. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Importer Daging (Aspidi), Thomas Sembiring menyatakan kurang sependapat dengan sistem tersebut. Menurutnya sistem tersebut belum tepat. Selain itu ia juga kecewa karena hingga saat ini pihaknya belum diminta untuk memberikan pendapat terkait sistem tersebut.

 

 

Berita Ekonomi Indonesia

About The Author

Reply