Berita Ekonomi Indonesia – Terkait Kebijakan Terigu, Indonesia Dilapor Turki ke WTO

 

Turgay Unlu, Ketua Asosiasi Eksportir Produk Gandum, Kacang-kacangan, dan Minyak Sayur Turki melaporkan Indonesia WTO menyusul kebijakan Indonesia yang memberlakukan investigasi safeguard terigu ke semua negara.

“Kami akan membawa kasus ini ke WTO. Aturan yang diberlakukan Indonesia ini tidak mendasar dan bahkan tidak sesuai dengan aturan WTO,” ungkap Unlu di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (18/1).

Safeguard adalah sebuah tindakan pembatasan perdagangan impor terigu yang diberlakukan suatu negara, misalnya dengan menaikkan pajak masuk. Menurut Unlu, negara anggota WTO hanya dapat memberlakukan ini bila memenuhi syarat.

Syarat uang dimaksud Unlu adalah tajamnya peningkatan impor dan telah terjadi kerugian terhadap industri domestik secara keseluruhan. Tindakan safeguard ini juga hanya bisa dilakukan bila terdapat hubungan sebab akibat antara peningkatan impor dan kerugian serius atau ancaman kerugian serius serta timbulnya perkembangan yang tak terduga. Hal ini yang tidak dapat dibuktikan Indonesia, menurut Unlu.

Selama ini, pasar Indonesia sebagai negara pengimpor terigu dianggap penting bagi Turki. setiap tahun, ada 140 juta ton terigu yang diekspor ke Indonesia.

“Ekspor kami ke Indonesia sangat penting karena nilai ekspor terigunya mencapai 10 persen dari total ekspor kami. Jika tindakan safeguard ini diberlakukan, kami akan menyetop ekspor terigu ke Indonesia,” tambahnya.

Di sisi lain, kenaikan pajak masuk ekspor terigu ke Tanah Air ini akan mengakibatkan ekspor mereka terganggu dan neraca perdagangan Turki mengalami defisit.

Sebelum kebijakan ini diberlakukan, Turki sudah mengalami defisit 1,6 miliar dollar AS. Namun, pihaknya belum menghitung defisit neraca perdagangannya kembali bila kebijakan ini jadi diberlakukan. Pihak Turki akan menunggu investigasi dari WTO terkait hal ini dalam 200 hari ke depan.

Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) telah mulai memprakarsai investigasi safeguard pada 24 Agustus 2012 atas impor tepung terigu atas permintaan Aptindo. Sementara Kementerian Keuangan telah menyetujui tindakan safeguard sebesar 20 persen pada Desember 2012.

 

Berita Ekonomi Indonesia

No related content found.

Be Sociable, Share!