Berita Ekonomi Nasional – Listrik Murah Bisa Dukung Industri Indonesia

 

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) yang memberikan pengakuan akan kebijakan yang ada dari mengenai penerapan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) per Juli 2014 ini menjadi suatu kebijakan yang tidak memberikan dukungan industrilisasi tekstil yang ada di dalam negeri saat ini.

Ketua Umum API Ade Sudrajat yang  sudah memberikan ungkapan, kini dari pemerintah yang seharusnya juga bisa untuk memberikan dukungan akan perkembangan industry yang ada di dalam negeri dengan menurunkan TTL tersebut. Bukannya malah menaikkan dari TTLnya. Hal ini yang sepertinya bisa ada di temui berada di Malaysia.

“Kalau di Malaysia pastinya bisa di mengerti kalau di sana sangat konsisten sekali industrinya, bukan naik akan tetapi di sana malah di turunkan dari tariff listriknya. Bahkan saya menilai kalau tarif listrik juga lebih rendah daripada yang ada di Indonesia saat ini,” ujar dari Ade yang ada di kantornya, Jakarta untuk hari ini, Senin (30/6/14).

Ade sendiri yang mengungkapkan, dengan terus melakukan menaikan kenaikan tarif listrik tersebut akan bisa mempersulit dari industry untuk mendapatkan banyak omset. Dan pastinya banyak yang berpikir untuk bisa menambah investasi di sector industry.

“Kalau bisa terjadi seperti ini terus – terusan, maka ini nantinya akan bisa tersalip. Kunci dari peningkatan industry tersebut adalah tersedianya listrik yang konsisten lebih baiknya juga murah,” ujarnya menambahkan.

Bukan hanya itu saja, Ade yang memberikan penilaikan kalau kenaikan tarif listrik tersebut terhadap golongan I3 terbuka sebesar 38 persen atau Rp1.200 per Kwh. Untuk yang ada di golongan I4 yang besarnya adalah 64 persen atau Rp1.190 per kwh.Dari kedua golongan tersebut itu masuk di dalam kategori sector industry hulu yang mempunyai suatu peran sangat besar terhadap yang ada di dalam industry turunan yang lainnya.

Be Sociable, Share!