Berita Ekonomi – Pertamina Ciptakan RFID Untuk Kendaraan ber BBM Subsidi

Kabar baru dari PT.Pertamina (persero)  dan juga dari PT Inti yang akan melakukan suatu pemasangan suatu alat yaitu RFID (Radio Frequency Indentifications) yang akan di berikan kepada 100 juta kendaraan dalam waktu yang bertahap. Jika memang tidak di pasangkan alat yang seperti ini maka nantinya kendaraan tidak bisa di isi oleh BBM Bersubsidi. Ini menjadi suatu langkah baik dari PT Pertamina.

“Nantinya kita akan memasang di beberapa kendaraan yang berjumlah 100 juta kendaraan RFID tag, lebih dari 5000 SPBU dan juga 92. 000 nozzel RFID Reader yang di gunakan untuk membaca suatu alat RFID tadi. Dari alat ini sudah di rencanakan akan mulai efektif lagi di tanggal 1 Juni 2013 namun masih dalam cara bertahap,” ujar dari Ali Mundakir seorang Vice President Corporate Communication Pertamina di dalam suatu acara uji coba dan sosialisasi sistem RFID dan SMP di suatu SPBU Jakarta hari ini, Jumat (31/5/2013).

Sudah di ungkapan oleh Ali Mundakir kalau saat ini PT Pertamina masih menunggu adanya regulasi dari BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi) yang memberikan suatu keterkaitan untuk wajib menggunakan pemasangan RFID di semua kendaraan pribadi.

“Saat ini kita hanya menunggu adanya regulasi peraturan yang wajib dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi terkait dengan suatu kewajiban untuk pemasangan RFID di semua kendaraan pribadi,” ujar dari Ali Mundakir.

Di saat di tanyakan oleh wartawan, kalau kendaraan pribadi yang tidak mempunyai RFID nanti bagaimana ?

“Ya sudah pasti tidak akan bisa untuk mengisi BBM Bersubsidi nantinya, kalau tidak ada di temukan RFID pada kendaraan kendaraan pribadi tersebut maka  kendaraan tersebut bisa mengisi BBM hanya dengan BBM non subsidi,” tambahnya menjawab pertanyaan tersebut.

“Bisa menggunakan pertamax dan premix jika tidak menggunakan RFID pada kendaraan mesin anda,”

Karena ini akan di lakukan luas di seluruh Indonesia, maka akan di lancarkan dengan cara bertahap dan di mulai di Juli 2013 nanti.

 

 

About The Author

Reply