Berita Ekonomi – Rencana Ekspor Sapi Meresahkan Beberapa Kawasan

Seperti dari Bupati Bojonegoro yang bernama Suyono mempunyai suatu harapan kalau niatan dari pemerintah pusat untuk mendatangkan sapi impor sebanyak 300 ribu di ikuti dengan pengelolaan dengan hati-hati. Dirinya yang sudah memberikan peringatan bahwa dari pengelolaan yang kurang tepat nantinya akan memberikan resiko tinggi dan bisa merusak pasar harga sapi di saat ini dan nanti.

Suyoto sendiri menyebutkan kalau di saat ini harga sapi yang berada di Bojonegoro, Lamongan dan Tuban masih dalam keadaan stabil, dimana masih di sekitaran Rp 42-43 ribu untuk satu kilo gramnya, sedangkan dari harga dagingnya yang berkisar antara Rp 95-100 ribu untuk perkilogram. Dari kisaran harga tersebut seperti keterangan darinya masih terjaga stabil walaupun harga yang berada di Jakarta dan juga di Jawa Barat bisa naik setinggi Rp 125 ribu untuk harga daging perkilonya.

“Dari rencana impor sapi saya harap jangan sampai nantinya bisa memecahkan harga pasaran daerah saat ini,” terang dari Suyoto yang telah di sebutkan kepada wartawan untuk hari ini, Rabu (19/8/15). Dirinya juga menyebutkan kalau populasi sapi yang berada di Bojonegoro kini ada sebanyak 169.638 ekor sapi potong yang bisa cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan daging di daerah itu dan juga sekitarnya.

Sukriyah yang di ketahui menjadi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Lamongan secara terang-terangan memberikan suatu penolakan akan adanya rencana impor sapi itu. Dirinya memberikan dukungan kepada keputusan Pemprov Jatim selama ini yang melarang untuk menggunakan impor sapi berada di daerahnya.

Anggapan dari Sukriyah sendiri, sikap untuk memberikan penolakan impor juga di tegaskan dari beberapa kabupaten yang ada di Jawa Timur. Landasan Yuridisnya berada di aturan Dinas Peternakan Jawa Timur untuk bisa memberikan penolakan daging sapi impor. Dirinya juga menyebutkan kalau populasi sapi ternak berada di Lamongan saat ini sudah cukup untuk menyukupi kebutuhan lokal, bisa di ketahui sebanyak 99.013 ekor.

About The Author