Berita Ekonomi – Soal Suku Bunga Bank, Jusuf Kalla Pernah Kecam IMF

 

Bank Indonesia (BI) diharapkan oleh orang nomor dua di Indonesia atau wakil presiden Jusuf Kalla untuk segera menurunkan tingkat suku bunga acuan dimana hal ini bertujuan untuk mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Menurut pendapat dari sang wakil presiden menyatakan bahwa negeri Indonesia ini telah memiliki banyak pengalaman terutama setelah dulu terjadinya krisis pada tahun 1998 silam. Pada waktu terjadinya krisis terbesar sepanjang sejarah indonesia tersebut berdasarkan usulan Dana Moneter Internasional dan Internasional Monetary Fund (IMF), Indonesia pada masa itu lebih memilih untuk meningkatkan suku bunga acuan untuk menjaga inflasi.

“Pada waktu itu saya katakan kepada Managing Director IMF yakni Christine bahwa dialah yang telah menjebloskan perekonomian Indonesia pada masa itu. Saya katakan juga bahwa dirinya telah membuat suatu keptusan yang benar-benar salah. Saya katakan bahwa kalau ingin memerangi inflasi dengan menggunakan kenaikan suku bunga itu adalah salah satu strategi yang salah besar,” ucap Jusuf Kalla ketika ditemui di Jakarta pada Selasa 17 November 2015 hari ini.

Dalam pemikiran dan juga mata dari snag wakil presiden bahwa strategi yang dilakukan pada masa itu adalah salah satu strategi yang salah besar. Dimana ucap JK pada saat itu mengecam bahwa suku bungan yang dinaikkan maka juga akan menyebabkan angka inflasi naik bukan turun.

Menurut pendapat dari wakil presiden Jokowi ini menyatakan bahwa bunga dari bank bisa menjadi salah satu bagian ekonomi biaya tinggi. Oleh karena ungkapan ini, menurut Jusuf Kalla, jika menginginkan pertumbuhan ekonomi dan juga menginginkan biaya ekonomi menjadi turun, maka tingkat suku bunga acuan dari bank juga harus ikut diturunkan.

Dengan fakta inilah sang wakil presiden Jusuf Kalla mengharapkan Bank Indonesia untuk segera menurunkan tingkat suku bunga acuan sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga mendorong untuk menurunkan biaya ekonomi yang ada di Indonesia kini sehingga tidaklah sampai menjadi krisis seperti pada tahun 1998 silam.

“Saya harapkan bahwa Bank Indonesia bisa segera mengevaluasi kebijakan mengenai tingkat suku bunga ini,” tutup Jusuf Kalla sebelum pergi.

Be Sociable, Share!