Berita Ekonomi Terbaru – Menkeu: Belum Ada Rencana Kenaikan Harga BBM

Menteri Keuangan RI saat ini, Agus Martowardojo menjelaskan bahwa anggaran subsidi BBM setidaknya dalam waktu dua tahun ini sangat membengkak. Namun menurutnya, pemerintah belum sampai pada rencana menaikkan harga BBM.

“Hingga saat ini, belum ada rencana kenaikan harga BBM meskipun anggaran subsidi BBM dalam dua tahun terakhir ini jelas naik secara signifikan. Jadi tidak menutup kemungkinan ada penyesuaian harga BBM ke depan.” ungkap Agus saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Senin (7/1).

Anggaran subsidi BBM dalam APBN 2012 disebutkan agus menembus angka Rp 211,895 triliun atau. Artinya telah ada realisasi kenaikan anggaran sebesar 154,2 persen. Dalam APBN Perubahan 2012, anggaran subsidi BBM menjadi Rp 137,379 triliun. Agus menyebutkan pengendalian distribusi BBM secara tepat sasaran adalah salah satu solusi memecahkan maslaah ini.

“Apalagi telah terjadi kenaikan harga minyak dunia, bahkan lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya. Sehingga hal ini bisa saja akan membahayakan kondisi fiskal negara kita,” tambahnya.

Pemerintah menginginkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dapat mengendalikan BBM secara optimal dan tepat sasaran.

Bambang Brodjonegoro Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menambahkan, harus ada ketegasan dari pemerintah terkait pendistribusian BBM, apalagi yang bersubsidi. Ia mengatakan: “Target distribusi dan konsumsi BBM bersubsidi setiap tahun selalu melampaui dari target, sehingga harus ada ketegasan”.

Bambang juga mengatakan, konsumsi BBM bersubsidi yang diajukan Kementerian ESDM di 2012 adalah sebesar 40,4 juta kiloliter, tapi dalam kenyataannya membengkak hingga 44,01 juta kiloliter. Kuota itu juga akhirnya terlampaui dan lalu kuota harus kembali ditambah menjadi 45,23 juta kiloliter.

“Nantinya output harus terukur, harusnya tidak boleh terlewati. Ini hanya akan menyebabkan anggaran subsidi harga BBM melonjak,” pungkasnya.

 

 

Berita Ekonomi Terbaru

About The Author

Reply