Berita Ekonomi – Visi Maritim Jokowi Belum Pasti Jamin Ekonomi Indonesia

 

Seperti dari presiden Joko Widodo yang memberikan suatu ungkapan visinya tentang poros maritime berada di dalam pertemuan G20 yang akan di langsungkan berada di Brisbane, Australia untuk tanggal 15-16 November 2014. Terkait dengan adanya visi tersebut, bisa di harapkan kalau bisa memberikan suatu solusi pembiayaan infrastruktur yang selama ini menjadi kendala pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

Akan tetapi, tampaknhya itu tidak akan cukup, terutama dalam memecahkan masalah ekonomi yang saatini di alami oleh Indonesia. Bahkan bisa jadi akan memberikan tambahan masalah untuk negara ini.

Seperti ungkapan yang berasal dari Program Officer International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), Siti Khoirun Ni’mah, untuk selama ini ekonomi dunia selalu bertumpu bersama dengan pertumbuhan, sementara hasilnya ketimpangan ekonomi yang semakin tinggi.

Yang sudah di anggap oleh OXFAM, hampir kurang lebih setengah dari kekayaan dunia saat ini yang di miliki 1 persen dari populasi dunia, dengan jumlah kekayaan sebesar US$110 triliun. Ini akan bisa di hitungkan 65 kali dari total kekayaan setengah penduduk di dunia ini.

Selain itu, kondisi berada di dalam negeri pun terjadi percepatan pertimpangan yang ada dalam 10 tahun terakhir ini, dengan adanya angka rasio Gini mencapai sebesar 0,41 pada tahun 2013 dan merupakan angka tertinggi selama sejarah di Indonesia.

Siti menambahkan lagi, pencapaian tersebut sudah menggambarkan pertumbuhan ekonomi yang hanya di nikmati oleh segelintir orang orang saja, bukan untuk seluruh atau mereka mereka yang harus mendapatkannya.

Maka dari itu, lanjutnya, kepada presiden Joko widodo atau Jokowi bisa memberikan perhatian terkait dengan masalah tersebut, bukan sekedar membangun adanya infrastruktur.

“Jangan hanya yang di bangun infrastruktur saja, akan tetapi mendorong sistem  ekonomi yang bisa mengurangi adanya ketimpangan dengan memberikan kesempatan yang lebih besar kepada masyarakat berada di level ekonomi lemah,”terang dari Siti yang di sebutkan kepada laman media seperti Vivanews untuk hari ini, Minggu (16/11/14).

Be Sociable, Share!