Berita Ekonomi – World Bank: 2013, Ekonomi Indonesia Lanjutkan Tren Positif

 

Ekonomi Indonesia diperkirakan ekonomi diperkirakan masih tetap melanjutkana tren positifnya sepanjang tahun 2013. Hal Ini diungkapkan Bank Dunia bahkan walaupun pertumbuhan ekonomi dunia yang cenderung melemah. Hal tersebut akan terjadi jika Indonesia mempertahankan pertumbuhan investasi yang telah ada.

Bank Dunia, dalam sebuah laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia per tiga bulan, melihat adanya pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,1 persen pada 2012. Hal ini akan berlanjut lagi 6,3 persen pada 2013. Proyeksi ini mengasumsikan konsumsi domestik dan pertumbuhan investasi masih bertahan kuat, dengan membaiknya pertumbuhan mitra dagang utama Indonesia secara bertahap lalu ikut mendorong pemulihan ekspor.

“Secara umum ekonomi dunia dibayangi ketidakpastian juga rentan terhadap tekanan yang ada, jadi ini bukanlah waktu untuk berpuas diri,” ungkap World Bank Country Director untuk Indonesia Stefan Koeberle, Senin (14/1).

Bank Dunia lalu mengingatkan bahwa proyeksi pertumbuhan ini dapat dipengaruhi banyak hal. Yang paling signifikan yaitu berlanjutnya perlambatan ekonomi China, hasil dari negosiasi jurang fiskal di AS, serta perkembangan di zona Euro. Pertumbuhan investasi dalam negeri, karena inilah dinilai akan memiliki peran penting terhadap kuatnya kinerja ekonomi Indonesia belakangan ini.

Investasi di Indonesia mencapai sepertiga dari seluruh belanja barang dan jasa, jumlah ini lebih banyak 10 persen pada kuartal ketiga dan mendorong 40 persen terhadap pertumbuhan PDB yang kuat dalam kuartal ketiga sebesar 6,2 persen.

Bank Dunia pada akhirnya juga mengingatkan adanya dampak negatif terhadap sentimen investor, yang masih rapuh secara global jika Indonesia melemahkan harga komoditas ekspor di pasaran dunia, di samping munculnya sejumlah aturan.

World Bank Lead Economist and Economic Advisor untuk Indonesia, Ndiamé Diop mengatakan, “Kerangka kebijakan yang kuat adalah kunci untuk memfasilitasi investor untuk dapat membuat perencanaan ke depan dan menjaga kepercayaan terhadap masa depan yang mendorong investasi”.

Sementara terkait fiskal, Bank Dunia memproyeksikan defisit 2012 sebesar 2,5 persen, sedikit lebih tinggi dari target APBN-P Pemerintah sebesar 2,2 persen dari PDB. Pertumbuhan pendapatan telah melambat tetapi pengeluaran belanja modal dan material masih di bawah target, meskipun tumbuh kuat secara nominal.

 

Berita Ekonomi

Be Sociable, Share!