Berita EURO 2016 – Italia Tak Terapkan Skema Bertahan

Timnas Italia dianggap tak menerapkan skema permainan bertahan walau menurunkan tiga permain bertahan. Tim berjuluk Gli Azzurri dianggap dapat menunjukkan permainan yang agresif melalui dua sayapnya.

Pada dua laga terakhirnya di gelaran EURO 2016, tim asuhan Antonio Conte tak pernah berhasil mendominasi jalannya laga. Ketika meraih kemenangan atas timnas Belgia, Gianluigi Buffon cs cuma meraih penguasaan bola sekitar 44 persen. Tak hanya itu, saat mengalahkan timnas Swedia, timnas Italia cuma meraih penguasaan bola di angka 47 persen.

Ketika gol timnas Italia ke jala timnas Belgia diperoleh dengan skema serangan balik yang cepat. Memanfaatkan umpan panjang yang dilepaskan oleh Leonardo Bonucci, Emmanuele Giaccherini berhasil menuntaskannya menjadi gol.

Sedang untuk gol lainnya juga terlahir dari skema yang sama tapi kali ini melalui sayap tim ini. Lewat umpan silang yang dilepas oleh Antonio Candreva, berhasil disambar menjadi oleh penyerang jangkung timnas Italia yakni Graziano Pelle. Terbukti, dengan skema serangan yang sangat cepat. Penyerang timnas Italia, Eder berhasil membuat gol dengan tembakan terarah saat memanfaatkan umpan dari sundulan kepala Simone Zaza.

Pelatih Swansea City yakni Franscesco Guidolin pun memberikan pembelaan untuk skema permainan yang diterapkan Antonio Conte. Dia menyampaikan jika timnas Italia memang tak memainkan skema bertahan.

“Saya sangat gembira lantaran mereka memiliki semangat yang sangat kuat.” papar Guidolin yang dilansir La Gazzetta dello Sport.

“Mereka bermain seakan mengikuti jalannya laga yang dihadapi, namun tim ini lebih memanfaatkan peluang serta sangat yakin dengan kekuatan mereka sendiri. Saya dapat katakan jika seluruh pemain sangat mendengarkan pelatih mereka (Conte).”

“Banyak yang menyampaikan jika skema permainan yang memainkan tiga permain bertahan merupakan skema permainan bertahan. Namun dibawah komando Conte, hal itu malah berbeda.”

“Ketika mereka mendominasi jalannya laga, seluruh pemain yang mengisi sisi lapangan langsung bergegas naik serta pemain yang berada di tengah menjadi pemain yang paling akhir berlari.” tandasnya.

Untuk laga terakhir timnas Italia di Grup E nanti, diketahui tim ini bakal menghadapi timnas Republik Irlandia pada hari Kamis 23 Juni 2016 dinihari WIB di Stade Pierre Mauroy.

About The Author