Berita Hangat Terkini – Kronologi Terjadinya Tabrakan Kereta Api vs Truk Tangki

Yang sudah terjadi dari kereta api commuter lline yang di ketahui jurusan dari Serpong-Jakarta telah di kabarkan menabrak truk tangki yang di dalam tangki tersebut berisikan bensin. Dari insiden tersebut yang sudah terjadi di pintu kereta api dari Ulujami-Bintaro, Jakarta Seletan untuk hari ini, 9 Desember 2013.

Sepeti salah satu orang yang bernama Zelfi, dirinya yang di ketahui adalah salah satu pemilik dari warung nasi Padang yang berada di dekat perlintasan dan dekat lokasi kejadian tersebut memberikan suatu keterangan akan terjadinya peristiwa yang sangat mengejutkan itu.

Seperti yang sudah terjadinya ledakan, Zelfi yang sudah di ketahui masih berusia 31 tahun tersebut langsung mengerti dari lautan api yang sedang menyembur-nyembur dari tangki yang mental dan lansung terguling karena telah terseret oleh lajunya kereta api. Ujar dari dirinya pada saat terjadinya ledakan tersebut pintu dari lintasan kereta api yang memang sudah tertutup.

“PAda saat terjadinya tabrakan tersebut, memang saya masih berada di dapur, lagi enak enaknya menggoreng ikan. Saya mengerti pintu dari kereta yang sudah tertutup. Dengan sangat tiba-tiba akhirna adanya suatu tabrakan yang sangat keras. Sehingga akan bisa membuat adanya tanki bensin yang langsung menyemburkan adanya api,” ujar dari Zelfi yang sudah di temui dan memberikan keterangan pada lokasi insiden tersebut.

Dari Zelfi memberikan keterangan kalau kejadian tersebut sudah terjadi sangat begitu cepat. Di saat dari pintu kereta api telah di tutup ternyata ada truk yang masuk. Tiba tiba terdengar dari tabrakan yang sangat keras. Setelah terjadinya tabrakan tersebut adalah mencari aman dari radiasi ledakan api dari truk tangki tersebut.

“Pokoknya saya melihat dari pintu kereta yang sudah tertutup. Lalu ada salah satu truk yang masuk dan langsung untuk tabrakan. Mengerti dari kobaran api yang menyalut-nyalut saya langsung mencari tempat yang aman untuk ancaman dari api tersebut,” ujar dari dirinya kepada para wartawan.

About The Author

Reply