Berita Hukum Kesehatan – PT Kalbe Farma Salah Kasih Label Berakibat Fatal

 

Seperti perusahaan obat dan kimia PT Kalbe Farma yang saat ini telah mendapatkan adnaya sanksi administratif terkait adanya suatu kasus. Dimana diketahui ada dua korban meninggal dunia berada di Rumah Sakit Siloam, Tangerang. Mengerti beradasarkan dari penyelidikan dan investigasi berasal dari Kementrian Kesehatan, Badan POM, dan juga beberap tim yang sudah tergabung berada di dalam suatu kasus sentinel serius (KSS), adanya kasus ini yang sudah terjadi di sebabkan adanya kesalahan dalam pelabelan obat anestesi produksi dari Kalbe yaitu Buvanest Spinal.

“Sampai saat ini kami sudah berhasil untuk memberikan sanksi administratif. Memberikan segel kepada Kalbe Farma, atau penghentian sementara, pembatalan izin edar, lebihnya lagi juga menarik nomor izin edar yang ada,” terang dari Roy Sparingga yang menjadi Kepala Badan POM dijelaskan berada di Gedung Kementrian Kesehatan, Senin (23/2/15).

Semenjak adanya kasus ini bisa di laporkan, PT Kalbe dengan sukarela langsung menarik adanya obat seperti Buvanest Spinal tadi dari semua pasaran. Setelah itu dari badan POM mencabut izin edar untuk produksi injeksi ini. Lebih dari itu, berada di tanggal 17 Februari yang lalu, POM sudah melakukan penyegelan pada ruang produksi dan menghentikan sementara proses produksi yang berada di Kalbe Farma. Produksi Line 6 bisa di mengerti terdapat sebanyak 26 jenis obat injeksi yang ada.

“BPOM yang sudah menegaskan dengan menghentikan adanya pendistribusian dengan cara tidak mendistribusikan seluruh produk yang belum beredar, dan menarik semua barang yang sudah di edarkan,” terang dari Roy.

Seperti anggapan dari Roy, sama dengan peraturan yang ada di dalam perundang-undangan, PT Kalbe memang tidak memerlukan untuk membayar ganti rugi atas kasis ini atau mendapatkan sanksi pidana.

Roy menambahkan kalau dari hasil penyelidikan adanya terjadi suatu potensi mix up pada saat produksi dan pengemasan, seperti ada salah dalam pelabelan produk. Maka dari itu salah nama dalam label saja sangat berakibat rawan sekali seperti hal yang sudah terjadi dimana sudah menewaskan 2 pasien yang ada.

Be Sociable, Share!