Berita Indonesia – BBM Ilegal Di Semarang Berhasil di Bongkar

Wah ada –ada aja perbuatan seseorang ini, sudah negara ini masih langka adanya BBM malah membikin ulah. Seharusnya kalau memang ini penderitaan bersama malah ingin mencari untung. Ada suatu yang telah di temukan oleh Mabes Polri Semarang baru saja hari ini, Rabu (17/4/13). Polisi telah mendapatkan suatu informasi adanua perdagangan solar Ilegal yang berada di Semarang, Jawa Tengah. Dengan mengerti adanya perdagangan ilegal berjenis solar tersebut akhirnya sang polisi membongkar perdagangan itu.  BBM yang telah di hasilkan tersebut telah di distribusikan ke sejumlah perusahaan industri yang ada di Jawa Tengah.

“Membongkar perdagangan BBM jenis solar untuk perusahaan industri secara ilegal seberat 45 ton,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius di kantor Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2013).

Polisi juga ungkapkan kalau penjualan ilegal ini kemarin (16/4) di Jalan Sawah Besar, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayam Sari, Semarang. Di TKP tersebut polisi telah menemukan empat truk yang sudah penuh akan solar.

“Satu truk berkapasitas 24 ton, 2 truk berkapasitas 16 ton, dan 1 truk berkapasitas 5 ton,” ujar dari salah satu anggota polisi.

Sudah di sidik akan pelaku dari tindakan penimbunan BBM ilegal ini adalah seorang perempuan berinisial SW (47) dan memiliki 4 orang pegawai.

“Hasil keterangan sementara BBM didapat dari PT Logam Mulia yang berlokasi di desa Pelelen Batang dan BBM dijual ke beberapa industri di daerah Jateng,” terang Suhardi.

Dari semua hasil yang sudah di mengerti dari ungkapan sang tersangka SW, diketahui penampungan ilegal ini dapat menampung sekitar 50 ton solar per hari.P

Pengakuan terbaru dari tersangka sudah sukses dalam menjalankan bisnis ilegalnya tersebut sekitar 2 tahun dan harga pembelian bbm Rp 5900 dan harga jual Rp 9700- Rp 10.000. Saat ini kasus masih dalam pengembangan,” jelasnya.

Tersangka SW tersebut akhirnya dikenai pasal pasal 55 Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas yaitu menyalahgunakan pengangkutan dengan ancaman pidana 6 tahun.

 

About The Author

Reply