Berita Indonesia – Indonesia Sudah Berhasil Memborong Banyak Emas Logam Mulia

Sudah dapat di ketahui kalau harga emas di beberapa hari ini di pasar dunia memang sedang dalam penurunan harga yang drastis. Hal tersebut tidak akan di dengar begitu saja oleh pihak Bank Indonesia. Kabarnya Bank Indonesia (BI) telah memberikan suatu pernyataan kalau BI sudah memborong emas dengan jumlah yang sangat banyak sekali. Emas yang sudah di beli oleh BI tersebut sebanyak 30.000 troyons untuk bisa di ketahui dengan besaran sampai 933 kilo gram sehingga sampai saat ini total dari simpanan logam mulai bank tersebut sudah mencapai 73,93 on di akhir 2012 lalu.

“Sudah saya berikan kabar di akhir tahun kemarin. Simpanan yang dalam bentuk logam mulia sebesar 2,37 juta troy ons pada akhir Desember tahun lalu atau juga sama saja setera dengan 73,93 ton. Sudah berhasil untuk mendapatkan simpanan ton mencapai 30 ribu troy ons karena sudah berhasil membeli di tahun 2012,” ujar dari Direktur Eksekutif dari Departemen Keuangan BI, Mubarakah di saat adanya suatu wawancara terbuka di Gedung BI kemarin.

Mubarakah sudah memberikan penjelasan, dalam suatu neraca keuangan BI per tahun akhir kemarin sudah tercatat nilai aset BI yang berbentuk logam mulai sebesar Rp.38,24 triliun,sudah di hitung mengalami pengkatkan sebesar Rp 33,51 triliun yiati perolehan di desember 2011 silam.

“Memang kami sudah berhasil dengan baik pemborongan emas tersebut, jika membicarakan masalah logam mulia tersebut jangan pernah memikirkan kepemilikan dari BI akah berwujud fisik emas batangan, namun sebagian ada yang juga berupa saham berharga emas,” ujar Mubarakah lagi.

Jika di hitung secara keseluruhan aset yang saat ini di miliki oleh BI tercatat sebesar Rp 1.519 triliun di akhir tahun  2012 lalu atau sudah meningkat lebih sukses dari tahun sebelumnya. Di tahun 2011 berselisih gap lebih besar di tahun ini sebesar Rp 1.371 triliun. Dan dari suatu aset surat berharga emas, yang saat ini di miliki adalah sebesar Rp874,34 triliun, sudah berhasil meningkat dari tahun yang dahulu sebesar Rp 843,12 triliun.

 

About The Author

Reply