Berita Indonesia – Jero Wacik : Ada Keberagaman Umat Beragama pada Parade Ogoh-ogoh

 

Pada saat parade ogoh-ogoh dan seni budaya nasional yang dilaksanakan di Monas, Jakarta Utara pada Senin (11/3/2013) kemarin dikatakan terdapat keberagaman umat beragama. Hal ini disampaikan Menteri ESDM, Jero Wacik. Menurutnya ada banyak masyarakat yang datang dan antusias mengikuti acara tersebut. Dalam penuturannya ada kebhinekaan yang hidup di Jakarta. Jika keadaan seperti yang terlihat tersebut dipertahankan menurutnya Indonesia akan lebih baik.

Sebagai sepepuh umat Hindu dan orang Bali yang tinggal di Jakarta, Ia pun merasa senang dengan diperbolehkannya umat Hindu mengadakan acara parade ogoh-ogoh dan seni budaya di Monas. Ia pun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemda DKI, Gubernur DKI Joko Widodo, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama.

Parade Ogoh-ogoh dan Seni Budaya Nusantara keliling Monas, Gambir, Jakarta pusar tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sering dipanggil Ahok tersebut. Saat membuka parade tersebut, Ahok juga meminta maaf atas ketidakhadiran Gubernur Jokowi. Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat hari Raya Nyepi untuk semua umat Hindu. Pada kesempatan tersebut Jero Wacik dan Ahok duduk berdampingan dengan mengenakan desklar di kepalanya. Jero Wacik berharap adanya acara Tour Agung tersebut dapat membuat Indonesia ke depan jauh lebih damai. “Acara Tour Agung ini merupakan korban suci agar negeri kita menjadi lebih damai dan harmonis,”jelasnya.

Sebanyak 16 ribu ogoh-ogoh ditampilkan dalam parade tersebut. Selain itu ada pula berbagai kesenian tari budaya yang memeriahkannya seperti ondel-ondel raksasa, barongsai dan reog ponorogo.

Parade ogoh-ogoh tersebut juga dilombakan. Dimana pemenang memperoleh piala gubernur DKI Jakarta. Dan yang menjadi pemenang pertama adalah ogoh-ogoh yang dibuat di Cilandak bernama Raksasa Mitra Gana, kemudian Gunungan, Hanoman, Jokor Manik, Sangkala Tiga, dan Buta Kala Ijo.

Berbagai persiapan juga telah dilakukan jauh-jauh hari terkait dengan parade tersebut. Seperti misalnya sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait kegiatan tersebut. Sehingga setidaknya terdapat sekitar 300 petugas gabungan yang mengamankan kegiatan. Petugas tersebut terdiri dari Polda Metro Jaya, Satpol PP DKI Jakarta dan pengamanan Internal.

 

Berita Indonesia

Be Sociable, Share!