Berita Indonesia Politik – Apindo : Jika Ingin Gaji Tinggi, Jadi TKI Saja

 

Apindo (Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia) yaitu Sofjan Wanandi yang sudah menyatakan  kalau pelaku sudah memberikan suatu penolakan kepada tuntutan dari buruh yang menginginkan untuk bisa menaikkan upah yang bisa sampai 50 persen setelah terjadinya kenaikan dari harga BBM bersubsidi.

Sofjan Wanandi yang sudah memberikan suatu perkataan kalau kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tidak bisa menjamin untuk menambahkan produktivitas dari para pekerja

“Ini akan menjadi suatu indikasi dan juga untuk bisa menjadikan suatu pertanyaan  oleh para pengusaha. Buruh tersebut memang hanya bisa menuntut saja, tapi mereka tidak bisa melakukan suatu pekerjaan yang harus di lakukan oleh mereka nantinya,” ujar dari Sofjan Wanandi kepada wartawan yang berada di Gedung Permata, Jakarta Senin lalu, (24/6/2013).

Anggapan dari Sofjan Wanandi, yang harus di lakukan oleh para pengusaha yaitu harus bisa menambah mesin dan juga peralatan yang lebih canggih lagi daripada untuk bisa menambah banyaknya jumlah buruh yang akan selalu menuntut ­jumlah gaji tersebut. Sudah bisa di ketahui dari banyak pengalaman yang ada, upah yang sudah di berikan oleh para bos atau pengusaha memang sering tidak sebanding dengan apa yang sudah di kerjakan dari para buruh kepada perusahaan tersebut.

Sudah di ketahui kalau adanya tuntutan yang sudah di katakan oleh buruh tersebut untuk bisa meningkatkan sebesar 50 persen, dirinya juga telah memberikan suatu rencana untuk bisa membicarakan masalah tersebut terlebih dahulu  dengan Dewan Pengupahan dan juga dari lembaga tripatrit. Mereka nanti akan segera putuskan untuk naiknya atau menurunkan di tahun depan nanti, kemungkinan juga bisa di tahun ini. Masalah yang seperti ini nanti akan di atur oleh pihak dari Apindo.

Selain dari itu, tuntutan yang akan menaikan upah buruh sebanyak 50 persen di anggapnya memang sangat berlebian.

“Sungguh tidak bisa di perkirakan bisa naik sebanyak itu, itu memang tuntutan yang masih belum di pikirkan. Kalau memang begitu lebih tepatnya anda bisa cari kerja ke luar negeri saja,” ujarnya.

 

 

 

No related content found.

Be Sociable, Share!