Berita Indonesia – Tantowi Yahya Kritik Presiden Brasil

Tantowi Yahya yang saat ini menjadi Wakil Komisi I DPR, menyebutkan kalau saat ini DPR telah memberikan dukungan kuat kepada sikap Pemerintah Indonesia dengan memanggil kembali Kedutaan Besar RI di Brasil yang bernama Toto Riyanto. Hal ini di sebabkan karena Presiden Brasil, Dilma Roussef memberikan pelecehan kepada pemerintah Indonesia. Tantowi Yahya menjelaskan kalau pemberian surat kepercayaan ini adalah hak negara akreditasi.

“Suatu pembatalan masalah penyerahan surat kepercayaan berada di Dubes di saat Dubes  berada di istana negara bersama dengan dubes lainya, menjadi suatu bentuk peleceham diplomatic. Maka dari itu kita harus bisa memberikan protes keras atas smuanya,” ujar dari sang politisi partai Golkar tersebut.

Dari pernyataannya dirinya menyebutkan kalau tindakan keras dan emosional Brasil tersebut malah akan memperkeruh hubungan bilateral dari kedua negara dalam beberapa bidangnya, seperti perdagangan dan pertahanan.

“Berada di bidang pertahanan, seperti  yang sudah tercatat berada dalam anggaran 2009-2014, negara Indonesia yang sudah memesan pesawat seperti super Tucano untuk bisa mengawasi  garis pantai kita. Indonesia yang juga memesan alat tempur seperti  Multi Launcher Rocket System (MLRS), “ penjelasan dari Tantowi.

Sementara berada di dalam bidang perdagangan, tambah dari Tantowi Yahya, negara Brasil sudah berupaya untuk bisa memasukan dagingnya ke negara kita ini.

“Mereka yang mengerti besarnya kebutuhan daging berada di Indonesia,” tambahan dari Tantowi Yahya.

Jika memang dari Brasil tidak melakukan perubahan sikap masalah ini, DPR juga bisa memberikan ancaman untuk menghentikan kerja sama berada di dua sektor tersebut. Bahkan dirinya yang juga menyebutkan kalau tidak segan-segan duduk bersama dengan Kementrian Pertanian guna untuk mengevaluasi kerja sama yang ada tersebut.

“Berada di dalam bidang tersebut, saya yang sudah memberikan penilaian kalau Brasil yang berada dalam posisi sangat membutuhkan negara Indonesia. Tidak akan bisa negara lain mendikte hukum yag ada di negara lain, jika Brasil adalah salah satu negara yang berdaulat seharusnya bisa lebih paham masalah tersebut,” terang dari Tantowi lagi.

About The Author