Berita Internasional – Abbas Ancam Hamas Terkait Pemerintahan Bayangan

 

Mahmoud Abbas, Presiden dari Palestina yang merasa sangat geram yang di lakukan oleh kelompok Hamas yang masih membayangi rezim pemerintahannya. Seperti dari salah satunya adalah, Abbas telah mengambil contoh, ada sebanyak 27 wakil menteri pemerintahan bayangan yang berkuasa berada di Jalur Gaza.

Melansir berada di stasiun berita Al Jazeera untuk hari kemarin, Minggu (7/9/14) yang sudah melaporkan, kalau Abbas pada saat lalu telah mengancam Hamas untuk bisa di bubarkan setelah mereka ingin membentuk satu pemerintahan gabungan dari Hamas dengan Fatah. Hal tersebut berhasil di ungkap dari Abbas pada saat dirinya berbicara berada di pertemuan Menteri Luar Negeri  Liga Arab di Kairo, Mesir.

Berada di dalam forum tersebut, Abbas yang sudah berhasil untuk menegaskan hanya ingin satu otoritas dan system aturan terpusat.

“Kami yang tidak akan menerimakan situasi di mana dari Hamas akan bisa terus bertindak seperti disaat ini. Kami yang tidak akan menerimakan sebuah kemitraan dengan mereka jika situasi akan bisa terus berlanjut lagi seperti berada di Gaza, di mana dari pemerintahan bayangan telah beroperasi di wilayah tersebut,” ujar dari Abbas yang di sebutkan ketika berada di  Kairo pada akhir pekan lalu dan dipublikasikan oleh kantor berita Palestina, WAFA.

Dirinya juga sudah menambahkan pada saat yang sama pemerintahan konsesus tidak akan bisa untuk melakukan apa pun berada di Gaza. Selain dari itu dirinya yang sudah menuding Hamas sudah melakukan eksekusi tanpa adanya persidangan dengan seenaknya.

Eksekusi yang sudah di maksud tersebut untuk salah satunya di akhir Agustus lalu.Hamas yang sudah berhasil mengeksekusi sebanyak 18 orang dari Palestina yang di duga telah menjadi informan dari militer Israel.

Mendengarkan adanya tudingan tersebut, dari juru bicara kelompok Hamas,yang bernama Sami Abu Zuhri, yang sudah menyebutkan kalau tuduhan dari Abbas tidak di barengkan dengan bukti dan alasan yang kuat.

“Hal tersebut memang tidak benar, tidak ada alasan dan tidak bersifat adil untuk rakyat kami,” ujar darin Zuhri.

Be Sociable, Share!